Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Makin Terfasilitasi, BPJS Kesehatan Kudus Siapkan Kader JKN Unggul dalam Melayani Masyarakat

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 5 Juni 2025 | 16:50 WIB
Photo
Photo

RADAR KUDUS – BPJS Kesehatan Cabang Kudus kembali menggandeng Kader JKN sebagai wujud optimalisasi menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membayar iuran tepat waktu dan meningkatkan cakupan serta keaktifan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Rabu, (4/6).

Kader JKN merupakan mitra BPJS Kesehatan yang direkrut langsung oleh BPJS Kesehatan dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk membantu program pemerintah yang fokus pada sosialisasi dan edukasi.

Juga pengingat dan pengumpul iuran, pemberi informasi, menerima keluhan dan pendampingan serta advokasi pendaftaran calon peserta JKN. 

Dalam kegiatan ini, BPJS Kesehatan Cabang Kudus menegaskan pentingnya membangun kualitas kader.

Tidak hanya dari sisi capaian angka, namun juga melalui penguatan softskill, etika pelayanan, memiliki ketangguhan dan kemampuan dalam melayani dan mendampingi Peserta JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, dalam sambutannya menyampaikan, Kader JKN memiliki peran vital sebagai perpanjangan tangan BPJS Kesehatan.

“Kader JKN bukan sekadar pengumpul iuran atau pemberi informasi. Mereka adalah garda terdepan yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Maka dari itu, kami tekankan pentingnya sikap tangguh, kompeten, serta pelayanan yang beretika dan penuh empati dalam melayani peserta JKN,” ujar Heni.

Saat ini terdapat 59 kader JKN aktif di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Kudus yang meliputi Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Grobogan.

Para kader ini bertugas membina wilayah masing-masing, yang meliputi satu hingga beberapa desa dengan jumlah cakupan peserta antara 500 hingga 800 kepala keluarga.

Fokus Kader JKN adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya segmen mandiri (PBPU) yang menunggak iuran lebih dari 12 bulan dan warga yang belum menjadi peserta JKN mengenai pentingnya terdaftar Program JKN dan membayar iuran tepat waktu.

Turut hadir, Andry Putranto sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menekankan, softskill seperti komunikasi persuasif, kesabaran dalam mendampingi peserta, serta kemampuan memahami karakter masyarakat sangat krusial dalam menjalankan tugas.

“Dalam menghadapi dinamika sosial yang berbeda-beda, kami mendorong setiap kader untuk mengedepankan pendekatan kekeluargaan, menjalin kepercayaan, serta menjadi teladan dalam menyampaikan informasi secara jujur dan solutif. Kemampuan sosial ini sangat pentingsekali,” tutur Andry

Dalam sesi diskusi, para kader juga berbagi pengalaman mereka saat menghadapi masyarakat di lapangan.

Faruq, kader dari Kabupaten Kudus, menuturkan bahwa pendekatan personal dan membangun kepercayaan merupakan kunci keberhasilan.

“Masyarakat ingin didengar, bukan sekadar diberi informasi. Ketika kita hadir dengan niat membantu, menunjukkan empati, dan mampu menjawab pertanyaan mereka dengan sabar, itu jauh lebih efektif,” ujarnya.

Faruq menambahkan bahwa banyak masyarakat merasa lebih nyaman berbicara langsung dengan kader daripada menghubungi layanan daring. Oleh karena itu, pendekatan humanis dan komunikasi dua arah sangat dibutuhkan.

“Saya selalu jaga etika, tidak memaksa, dan tetap menghormati kondisi peserta. Kami hadir untuk membantu, bukan menekan,” tambahnya.

Perubahan regulasi juga menjadi tantangan baru bagi kader.

Sejak diterbitkannya Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor2 Tahun 2023 dan Perpol Nomor 6 Tahun 2023 yang mulai berlaku pada Agustus dan November 2024, keaktifan JKN menjadi salah satu syarat penerbitan SKCK dan SIM.

Ketentuan ini menjadikan kader berperan penting dalam member iformasi dan solusi, termasuk mengedukasi program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB).

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama bagi seluruh kader. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman.

BPJS Kesehatan berharap kader-kader dapat terus mengembangkan kapasitas diri, memperkuat etika pelayanan, dan menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya JKN.

“Harapan kami, kader JKN ke depan tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, etika yang baik, dan mampu membangun hubungan yang sehat dengan masyarakat,” tutup Heni. (*)

Editor : Ali Mustofa
#masyarakat #Softskill #bpjs kesehatan #Kudus #membayar iuran #kader JKN