RADAR KUDUS - Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran eselon I Kementerian Keuangan, dan berdasarkan info yang beredar kabarnya Bimo Wijayanto ditunjuk jadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak yang baru, menggantikan Suryo Utomo.
Selain Bimo, juga ada Letnan Jenderal Djaka Budi Utama yang ditunjuk jadi Dirjen Bea Cukai menggantikan posisi Askolani.
Siapa Itu Bimo Wijayanto?
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang beredar, Bimo Wijayanto kabarnya merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang.
Kemudian saat kuliah S1 ia mengambil jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah lulus, Bimo bekerja di kantor Ditjen Pajak.
Ia lalu melanjutkan kuliah S2 di University of Queensland.
Beberapa tahun kemudian, Bimo melanjutkan studi di University of Canberra, Australia dan berhasil meraih gelar doktor.
Kini Bimo Wijayanto memiliki jabatan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yaitu sebagai Sekretaris Deputi bidang Kerjasama Ekonomi dan Investasi di Kedeputian bidang Kerjasama Ekonomi dan Investasi.
Pada tahun 2020, ia pernah bertugas di lingkup Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), yaitu sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis pada Kedeputian bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan.
Sebelum itu, Bimo juga pernah bertugas di Kantor Staf Presiden (KSP), yaitu sebagai Tenaga Ahli Kedeputian II di bidang Kajian dan Pengelolaan Isu Sosial, Budaya serta Ekologi Strategis.
Sebelumnya, rumor terkait pergantian Dirjen Pajak dan juga Dirjen Bea Cukai beredar, dan baru-baru ini mulai menemukan titik terang.
Selasa (20/5/2025), Bimo Wijayanto dan juga Letjen Djaka Budi Utama kabarnya dipanggil oleh Presiden Prabowo untuk datang ke Istana Negara.
Kapan Pelantikannya?
Sesudah pertemuannya dengan Presiden Prabowo, Bimo belum bersedia untuk mengungkapkan secara pasti seperti apa jabatan yang akan dijalankannya.
Dirinya masih perlu menunggu arahan resmi lebih lanjut.
Editor : Ali Mustofa