JEPARA — Dalam semangat memperingati Hari Kartini, PLN UIK Tanjung Jati B melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) menunjukkan kepeduliannya kepada para lansia dhuafa dengan memberikan santunan di empat desa sekitar PLTU Tanjung Jati B.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran BUMN dalam menghadirkan energi tak hanya dalam bentuk listrik, namun juga dalam bentuk kasih dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan.
Santunan disalurkan kepada empat penerima di empat desa berbeda: Kaserin (71) di Desa Dudakawu, Sumini (84) di Desa Balong, Sutinah (70) di Desa Mororejo, dan Hayati (65) di Desa Bangsri.
Mereka adalah sosok-sosok yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik yang renta, namun tetap menjalani hari-hari dengan kesabaran luar biasa.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan uang tunai, sebagai bentuk dukungan moral dan materi menjelang Hari Kartini yang sarat makna perjuangan dan kepedulian.
“Melalui momen ini, kami ingin menyampaikan bahwa kepedulian adalah energi yang tak kalah penting dari listrik. Semangat Kartini bukan hanya milik perempuan yang berjuang dalam pendidikan dan kesetaraan, tetapi juga milik kita semua untuk terus menguatkan sisi kemanusiaan,” ujar General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Dony Ocniza.
Dony juga menambahkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai sahabat yang memahami dan merespons kebutuhan sosial di sekitarnya.
“Santunan kepada para jompo dhuafa ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para orang tua yang telah menjalani hidup dengan penuh perjuangan. Di tengah keterbatasan, mereka tetap menjadi pelita dalam keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.
Dengan semangat Hari Kartini, PLN UIK Tanjung Jati B berharap semangat berbagi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergerak bersama membangun negeri, dimulai dari lingkup terkecil di sekitar kita. (*)
Editor : Ali Mustofa