Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Trend Bullish Berlanjut Ditengah Tarif Dagang dan Data Ekonomi AS?

Redaksi • Rabu, 9 April 2025 | 17:24 WIB
Aset kripto Bitcoin.
Aset kripto Bitcoin.

RADAR KUDUS - Rencana tarif otomotif oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang diperkirakan berlaku pada 2 April 2025, adalah pemicu tekanan jual besar-besaran di pasar crypto.

Bitcoin Kembali terkoreksi menyeret altcoin antara lain Ethereum, Solana, dan Dogecoin ke dalam tren bearish.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan perang dagang baru, yang dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan dan memicu aksi jual aset berisiko, termasuk crypto.

Menurut data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin turun di bawah USD 87.000 dan berisiko kehilangan level support USD 86.000.

Altcoin utama juga mengalami penurunan, menghapus keuntungan yang diperoleh selama akhir pekan lalu.

Berita tersebut bagi para trader Bitcoin dan altcoin lainnya segera menilik kembali portofolio aset crypto miliknya.

Beruntung bagi anda yang sudah melakukan kegiatan trading web. Akses informasi melalui web lebih cepat tersampaikan, sehingga anda bisa dengan cepat melakukan tindakan untuk menjual apa membeli aset crypto.

Trading bitcoin, PEPE, SOL, atau ETH dan masih banyak lagi dapat dilakukan di dalam satu platform melalui jaringan internet, yang kita sebut kemudian sebagai trading web.

Sebagai rekomendasi untuk trading web di Indonesia, ada beberapa platform trading web yang aman dan berkualitas secara internasional.

Salah satunya anda dapat mengunjungi Pintu Web, Trading anda akan aman dan selalu mengikuti perkembangan harga terkini.

Bitcoin sebelumnya sempat mencapai USD 88.500 setelah laporan tarif Trump tidak akan seketat yang diperkirakan. Namun, tekanan jual yang dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global kembali membebani pasar.

Di sisi lain, pembelian besar oleh MicroStrategy sebanyak 6.911 BTC senilai USD 584 juta awal minggu ini sempat memberikan dorongan positif bagi Bitcoin. Namun, volatilitas tinggi yang terjadi saat ini mengancam keuntungan tersebut.

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di $80,033,74 atau setara dengan Rp1.353.286.000, mengalami penurunan 2,78% dalam 24 jam terakhir.

Dengan volume perdagangan sebesar Rp 1.590 triliun. Sepanjang periode ini, BTC sempat menyentuh level tertingginya di Rp1.457.464.768.

Kapan Bitcoin Mencapai Harga Tertinggi?

Analis Bitcoin, Timothy Peterson memiliki pandangan optimis terhadap aset crypto Bitcoin (BTC).

Mengutip Cointelegraph, Kamis (27/3/2025) Peterson memperkirakan bahwa ada peluang 75% harga Bitcoin, crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia akan mencapai titik tertinggi baru dalam 9 bulan ke depan.

Analis tersebut menekankan jalur Bitcoin saat ini selaras dengan ambang batas 25% terbawah, sehingga memberikan peluang mayoritas untuk reli positif.

Pada studi sebelumnya, Peterson menemukan bahwa sebagian besar kinerja bullish tahunan Bitcoin terjadi pada bulan April dan Oktober, yang masing-masing mencapai rata-rata 12,98% dan 21,98% selama dekade terakhir.

Sementara itu, dalam sebuah postingan singkat terbaru di CryptoQuant, analis anonim Crazzyblockk mengatakan bahwa harga Bitcoin yang direalisasikan untuk paus jangka pendek adalah USD 91.000, sedangkan sebagian besar alamat yang sangat aktif memiliki basis biaya antara USD 84.000 dan USD 85.000.

Penurunan di bawah basis biaya dapat memicu penjualan, menjadikan kisaran USD 84.000 hingga USD 85.000 sebagai zona likuiditas yang kritis.

Penurunan Cadangan Bitcoin

Dilansir dari Coingape (28/3), penurunan cadangan Bitcoin di bursa kerap dianggap sebagai sinyal bullish, karena mencerminkan dua dinamika penting di pasar.

Pertama, para trader yang optimis terhadap prospek Bitcoin dalam jangka pendek hingga menengah cenderung memindahkan aset mereka dari bursa ke tempat penyimpanan jangka panjang.

Kedua, investor besar yang sering disebut “whales” biasanya memindahkan BTC yang baru dibeli ke penyimpanan dingin (cold storage) atau dompet multi-tanda tangan demi alasan keamanan dan kepatuhan.

Kedua faktor ini berkontribusi pada penurunan pasokan Bitcoin dalam jangka pendek, sehingga meningkatkan potensi terjadinya lonjakan harga secara cepat menuju level $90.000 saat terjadi lonjakan permintaan berikutnya.

Membaiknya Sentimen Ekonomi Makro AS

Bitcoin dan pasar crypto secara umum mengalami volatilitas tinggi pada awal Maret 2025. Lonjakan harga sempat terjadi setelah Donald Trump mengusulkan pembentukan cadangan crypto strategis nasional pada 2 Maret.

Namun, hanya sehari berselang, ia mengumumkan tarif perdagangan terhadap Kanada dan Meksiko, yang langsung memicu aksi jual karena kekhawatiran inflasi.

Seiring berjalannya negosiasi, pemerintahan Trump memberikan sejumlah pengecualian untuk meredam dampak inflasi terhadap sektor-sektor penting di dalam negeri.

Kebijakan tersebut, ditambah dengan data positif dari laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat pada pertengahan Maret, membuka jalan bagi keputusan The Fed untuk menghentikan kenaikan suku bunga minggu lalu.

Sejak saat itu, para investor yang sebelumnya menarik diri dari aset berisiko mulai kembali mengambil posisi optimis.

Hal ini tercermin dari data Exchange Reserves milik CryptoQuant, yang mencatat jumlah total Bitcoin yang disimpan di dompet yang terhubung dengan bursa crypto.

Sejak pertengahan Maret, investor terus menarik Bitcoin dalam jumlah besar seiring meredanya kekhawatiran terhadap inflasi.

Pada 13 Maret, cadangan Bitcoin di bursa tercatat sebesar 2,48 juta BTC. Penurunan pasokan jangka pendek ini membantu Bitcoin mempertahankan level dukungan di harga $85.000 selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

Potensi Bitcoin

Di tengah momentum suram yang masih menyelimuti pasar crypto secara keseluruhan, trader kawakan dan analis pasar Peter Brandt mengisyaratkan kemungkinan anjloknya harga Bitcoin dalam waktu dekat.

Sebagai konteks, dalam sebuah analisis terbaru di platform X, analis HTL-NL menunjukkan sebuah grafik yang memperkirakan potensi penurunan harga BTC ke level $76.700, bahkan bisa mencapai sekitar $70.000.

Menanggapi analisis tersebut, Brandt berkomentar, “Ini bukan ekspektasi yang tidak masuk akal.” Hal ini menunjukkan bahwa ia juga meyakini adanya tekanan jual yang kuat terhadap Bitcoin, yang bisa mendorong harganya turun mendekati level $70.000.

Di sisi lain, analis Javon Marks juga membagikan prediksi yang optimis. Dalam unggahan terbarunya di X, Marks menyoroti lonjakan harga BTC sebelumnya dari $19.000 ke $67.543. Dengan membandingkan pergerakan itu dengan level saat ini, ia memperkirakan bahwa Bitcoin bisa mencapai antara $116.600 hingga $118.800 jika sejarah terulang.

Selain itu, sejumlah analis lainnya juga memperkirakan potensi breakout BTC menuju rekor tertinggi baru (All-Time High/ATH). Sebagai contoh, Michael van de Poppe dalam unggahan terbarunya di X menyatakan bahwa “Penurunan harga Bitcoin cepat terserap dan tekanan beli terus meningkat.”

Dengan pertimbangan tersebut, ia memberi sinyal bahwa Bitcoin bisa mengalami reli kuat pada kuartal kedua. Namun, beberapa analis berpendapat bahwa untuk mempertahankan momentum bullish ini, harga Bitcoin perlu menembus level support krusial di $90.000.

Grafik Ichimoku Cloud untuk Bitcoin (BTC) menunjukkan struktur yang bullish, dengan aksi harga yang jelas di atas awan dan awan itu sendiri berubah menjadi hijau dan naik.

Tenkan-sen (biru) berada di atas Kijun-sen (merah), menunjukkan bahwa momentum bullish jangka pendek masih bermain.

Namun, kedua garis ini telah mulai merata, menunjukkan kemungkinan jeda atau konsolidasi. Awan masa depan (Kumo) lebar dan miring ke atas, yang menandakan dukungan dasar yang kuat dan kekuatan tren yang tumbuh.

Selain itu, Chikou Span (garis tertinggal) berposisi jauh di atas aksi harga masa lalu, yang lebih lanjut mengkonfirmasi sentimen bullish.

Meskipun mungkin ada beberapa pergerakan sideways dalam jangka pendek, keseluruhan setup Ichimoku terus mendukung para bull kecuali ada kerusakan di bawah awan yang mengubah pandangan.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi.

Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. (*)

 

Editor : Ali Mustofa
#tarif otomotif #donald trump #pasar crypto #keuangan #bullish #perang dagang