Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

GAWAT! Saham BBRI Anjlok ke Level Terendah Sejak September 2021, IHSG Ikut Terpuruk!

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 27 Februari 2025 | 23:56 WIB
Ilustrasi Grafik Saham
Ilustrasi Grafik Saham

RADAR KUDUS - Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengalami penurunan signifikan pada sesi pertama perdagangan Kamis (27/2/2025), mencapai level terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, saham emiten pelat merah ini terpangkas 5,2% ke posisi Rp3.620 per saham, dengan kisaran perdagangan harian berada di antara Rp3.610 dan Rp3.800.

Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam satu hari sejak 26 April 2024. Level intraday BBRI di Rp3.610 bahkan menjadi titik terendah sejak 23 September 2021.

Tidak hanya BBRI, saham-saham perbankan besar lainnya juga mengalami tekanan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 2,85% ke Rp8.525, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

(BMRI) anjlok 4,27% ke Rp4.710, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) merosot 2,99% ke Rp4.220, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) terdepresiasi 6,97% ke Rp2.670 per saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun ikut terimbas, turun 148 poin atau 2,24% ke level 6.458,27 pada sesi pertama perdagangan hari ini.

Tren negatif ini memperpanjang catatan buruk BBRI yang telah kehilangan 7,4% dalam lima hari terakhir, 14% dalam sebulan, dan 41% dalam setahun terakhir.

Revisi Rekomendasi oleh JP Morgan

JP Morgan, salah satu perbankan investasi terkemuka asal Amerika Serikat, turut merevisi rekomendasi dan target harga saham BBRI.

Sejak 19 Februari 2025, lembaga ini menurunkan rating saham BBRI dari "overweight" menjadi "neutral". Target harga saham juga dipangkas dari Rp4.600 menjadi Rp4.200 untuk 12 bulan ke depan.

JP Morgan menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan ini, termasuk kondisi likuiditas, risiko margin bunga bersih (net interest margin/NIM), dan tantangan dalam pemulihan kualitas kredit mikro.

Faktor-faktor tersebut dinilai akan berdampak signifikan terhadap kinerja laba dan pergerakan harga saham BBRI ke depan.

Prospek dan Rekomendasi dari Analis Lokal

Meski demikian, beberapa analis sekuritas domestik masih memberikan rekomendasi positif terhadap BBRI.

OCBC Sekuritas, misalnya, mempertahankan rekomendasi "beli" dengan target harga Rp5.000 per saham untuk 12 bulan ke depan. Namun, target ini lebih rendah dari sebelumnya.

Budi Rustanto, analis OCBC Sekuritas, menjelaskan dalam risetnya pada Senin (17/2/2025), "Kami mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga berbasis-GGM yang lebih rendah sebesar Rp5.000 per saham, dengan asumsi ROE sebesar 19,7% dan biaya ekuitas sebesar 10,9%."

Prospek pemulihan pertumbuhan kredit, terutama di sektor mikro dan korporasi, dinilai sebagai katalis utama bagi BBRI. Pelonggaran kebijakan moneter, fiskal ekspansif, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat diharapkan dapat mendorong performa emiten ini ke depan.

Disclaimer:
Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Analisis Tambahan:
Penurunan saham BBRI dan emiten perbankan lainnya terjadi di tengah ketidakpastian global dan tekanan pada sektor keuangan domestik.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia, tren suku bunga, serta kondisi makroekonomi yang dapat memengaruhi kinerja sektor perbankan.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk risiko kredit dan fluktuasi suku bunga, BBRI dan emiten perbankan lainnya perlu menunjukkan ketahanan dan strategi yang tepat untuk memulihkan kepercayaan investor.(*)

Editor : Mahendra Aditya
#ihsg #Saham BBRI Anjlok #BBRI