Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bisnis Keluarga dan Keberlanjutan

Redaksi • Rabu, 26 Februari 2025 | 16:25 WIB
Dr. Stevi Jimry Poluan, S.T., M.M.; Dosen Manajemen FEB UMK
Dr. Stevi Jimry Poluan, S.T., M.M.; Dosen Manajemen FEB UMK

 

Pertanyaan:
Bagaimana cara mendorong Generasi Z agar tertarik dan terlibat dalam bisnis keluarga sebagai penerus?

Jawaban:
Menyiapkan generasi penerus dalam bisnis keluarga memerlukan pendekatan yang sesuai dengan karakter mereka.

Generasi Z dikenal praktis, fleksibel, menguasai teknologi, tetapi juga ingin kebebasan.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mereka tertarik dan siap melanjutkan bisnis keluarga:

1. Menumbuhkan Minat Berwirausaha

Generasi Z perlu diberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas dan inovasi dalam bisnis keluarga.

Dengan ruang untuk berkreasi, mereka lebih termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan produk atau jasa yang sesuai dengan tren pasar.

2. Membangun Rasa Tanggung Jawab

Memberikan kepercayaan dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan akan menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Diskusi terbuka lebih efektif dibanding pendekatan menggurui, sehingga mereka lebih memahami peran mereka dalam bisnis keluarga.

3. Mengembangkan Kepemimpinan

Generasi Z memiliki banyak ide dan inovasi berbasis teknologi.

Memberikan mereka ruang untuk bereksplorasi serta mengarahkan ide-ide mereka agar tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis akan membantu mereka mengasah keterampilan kepemimpinan.

4. Manajemen Konflik

Masalah dalam bisnis keluarga adalah hal yang wajar. Generasi Z cenderung merespons masalah dengan pendekatan nilai sosial dan kritik terhadap cara penyelesaian yang tidak efektif.

Oleh karena itu, mendengarkan pandangan mereka dan mengajak berdiskusi akan membantu menciptakan solusi yang lebih baik.

5. Menghargai Privasi dan Mengatasi Individualisme

Generasi Z lebih individualis dan menjaga privasi mereka. Menghargai kebutuhan mereka sambil mengarahkan agar mereka memahami pentingnya kepentingan bersama dalam bisnis keluarga dapat membantu mereka lebih terbuka dan berkontribusi secara maksimal.

Dengan strategi yang tepat, Generasi Z dapat didorong untuk lebih tertarik dan siap menjadi penerus bisnis keluarga, memastikan keberlanjutan usaha di masa depan. (*)

Editor : Ali Mustofa
#berwirausaha #bisnis keluarga #UMK #Stevi Jimry Poluan #kepemimpinan #generasi z