GROBOGAN – Harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji tiga kilogram dari yang semula Rp 15.500 menjadi Rp 18 ribu per tabung resmi diterapkan per kemarin.
Harga itu dari pangkalan ke pengecer.
Dari pengecer ke konsumen menjadi Rp 24 ribu hingga Rp 25.500.
Salah satu pedagang di Kabupaten Grobogan, Sutini, mengaku kenaikan harga sudah ia terapkan.
”Ngambil dari agen sudah ada kenaikan sekitar Rp 22 ribu. Kemudian dijual lagi menjadi Rp 24 ribu,” jelasnya.
Sutini mengaku warga inginnya harga tidak dinaikkan. Misalkan dinaikkan, barang jangan langka.
”Yang penting barang ada. Jangan langka,” keluhnya.
Yang ia rasakan selama ini, barang tak hanya mahal, tetapi gas sulit didapat.
Disperindag Kabupaten Grobogan tengah menaikkan surat kenaikan elpiji melon ke bupati Grobogan. Walaupun harga di lapangan sudah naik.
Kabid Perdagangan Christina Setyaningsih mengatakan, Disperindag tengah melengkapi surat sembari melakukan pengecekan di lapangan.
“Betul bakal naik (HET gas LPG, Red). Suratnya baru naik ke bupati. Ini masih menunggu surat keputusan (SK) pembinaan dan pengawasan. Nantinya akan terbentuk tim khusus,” jelasnya.
Kenaikan harga eceran gas lpg 3 kg ini tercantum dalam surat keputusan yang dibuat Gubernur Jateng Nomor 540/20 Tahun 2024 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquified Petroleum Gas (LPG) tabung 3 Kg pada titik serah sub penyalur/pangkalan.
Dengan hitungan harga eceran yang tercantum dalam SK yang dijabarkan masuk angka HET di pangkalan Rp 18 ribu untuk dijual ke masyarakat.
“HET yang dijual di pangkalan adalah harga yang telah diterima konsumen. Dengan kenaikan HET harapannya tidak naik lagi di konsumen,” harapnya.
Selama ini seharusnya harga gas LPG di pasar sebesar Rp 15.500. Kenyataannya di lapangan harga yang ditemukan lebih jauh dari itu.
“Bukan hanya di Grobogan ya. Daerah lain pun sama. Sepertinya ada pengecer satu, ke pengecer satunya lagi. Banyaknya tingkat pengecer itu membuat harga sulit dikendalikan,” keluhnya.
Disperindag Grobogan memastikan ketersediaan gas melon bulan ini aman. Lantaran stok setiap harinya sekitar 38.000 tabung. (int)
Editor : Ali Mustofa