RADAR KUDUS – Bisnis jasa make up artist (MUA) dinilai semakin prospektif dan menguntungkan.
Terlebih kini penggunanya tak hanya untuk acara wisuda atau resepsi pernikahan. Namun bisa sewaktu-waktu termasuk momen Agustusan.
“Maka motivasi ikut pelatihan ini jangan hanya agar bisa make up. Harus ditekuni. Berlatih terus sampai bisa digunakan untuk membuka jasa MUA. Pemerintah daerah memberikan pelatihan ini agar menjadi usaha alternatif untuk menggerakkan perekonomian.”
Baca Juga: Makin Eksis, Kopi Muria Kudus Kini Rambah Pasar Internasional, Segini Harga per Bungkusnya
Baca Juga: Makin Eksis, Kopi Muria Kudus Kini Rambah Pasar Internasional, Segini Harga per Bungkusnya
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko saat memberi motivasi kepada 20 peserta pelatihan tata rambut dan MUA pada Jumat (19/7/) di aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskop UKM Nakertrans) Kabupaten Jepara.
Sekda juga mencontohkan prospek untuk bulan Agustus yang akan datang.
Karena semakin banyaknya penyelenggara acara karnaval, ia menilai banyak yang membutuhkan jasa MUA.
Baca Juga: Mitigasi Resiko Potensi Resesi Ekonomi
Baca Juga: Unik, BPJS Kesehatan Kenalkan program JKN melalui Wayang Suluh dan Workshop
Jasa itu juga dibutuhkan dalam acara wisuda yang sekarang digelar semua jenjang pendidikan. Belum lagi kebutuhan warga yang sedang punya kerja, baik pernikahan maupun khitanan.
“Kalau masih awal merias, gunakan untuk menambah selai terbang, jadi akan makin matang. Setelahnya bisa mengenakan tarif bisnis,” tambahnya.
Dia juga berpesan saat kelak mendapat pekerjaan bisnis itu, jangan pernah membawa kondisi emosional dalam merias.
Baca Juga: Hebat, Kopi Original Santri Asal Pati Merambah Pasar Luar Daerah, Segini Harga per Bungkusnya
“Apalagi kalau merias orang punya kerja, Orang punya kerja itu rawan dirasani tetangga. Kalau hasil make up-nya jelek karena pengaruh mental tidak stabil saat merias, jasa MUA Panjenengan bisa ikut kena rasan-rasan,” tandasnya.
Dia menyebut, memenuhi pekerjaan MUA perlu manajemen emosi, seni, dan membawa suasana santai.
Kepala Diskop UKM Nakertrans Samaji mengatakan, pelatihan ini diselenggarakan dengan sumber anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau yang diterima Pemkab Jepara.
Baca Juga: Dampak yang Terjadi Jika Tidak Melakukan Pencatatan Keuangan
Baca Juga: PT Semen Gresik Lestarikan Ratusan Spesies Flora dan Fauna di Lingkungan Pabrik Rembang
Peserta pelatihan 20 orang berasal dari unsur organisasi PKK desa se-Kabupaten Jepara yang mengajukan permintaan. Pelatihan diberikan selama lima hari, berakhir Jumat (19/7) ini.
Editor : Noor Syafaatul Udhma