Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SOSOk Petani asal Sale Rembang Ini Sukses Mengembangkan Selada Belanda Lewat Panen Hidroponik, Sehari Bisa Hasilkan 20 kg dan Tembus Pasar Jawa Timur

Nibros Hassani • Jumat, 19 Juli 2024 | 20:52 WIB
PRODUKTIF: Alvian Tunis Ernawan menunjukan selada dari Belanda yang dikembangkan dengan metode hidroponik. Foto: PEMKAB RBG UNTUK RADAR KUDUS
PRODUKTIF: Alvian Tunis Ernawan menunjukan selada dari Belanda yang dikembangkan dengan metode hidroponik. Foto: PEMKAB RBG UNTUK RADAR KUDUS

RADAR KUDUS - Alvian Tunis Ernawan, sukses membudidayakan selada jenis Jonction Rijk Zwaan (RZ) dari Belanda dengan metode hidroponik.

Saat ini, dengan 5.000 lubang hidroponik, petani milenial dari Desa Mrayun, Kecamatan Sale itu dapat memanen sekitar 20 kg selada setiap harinya.

Hasil panennya dijual tidak hanya di Kecamatan Sale, tetapi juga di Jatirogo, Tuban, Jawa Timur. Selain dipasarkan di pasar tradisional, selada ini juga banyak diminati oleh warung makan dan kafe.

Baca Juga: Simak! Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan, Bisa lewat Aplikasi dan Manual di Kantor BPJS

Baca Juga: Pemanfaatan Media Sosial bagi UMKM

Untuk mempromosikan produknya, Alvian berkolaborasi dengan istrinya, Robiatul 'Adawiyyah, yang aktif membuat konten tentang budidaya selada di TikTok melalui akun Sahabat Farm Hidroponik.

Alvian menekuni budidaya selada secara otodidak. Belajar dari YouTube dan ikut seminar grup hingga akhirnya tahu cara mengatasi masalah panen.

”Saya mulai budidaya ini tahun 2021, dan baru bisa rutin panen setiap hari di tahun 2024 ,” katanya.

Ia menceritakan, ide untuk menanam selada ini muncul saat pandemi COVID-19.

Baca Juga: Manajemen Persediaan dan Perhitungan Biaya Produksi

Baca Juga: Tantangan Pengembangan dan Peluang Pertumbuhan Karir dalam Meningkatkan Retensi Karyawan

Dengan perkuliahan keberanian yang membuatnya ingin melakukan sesuatu yang produktif. Terutama yang berkaitan dengan pendidikan yang ia jalani.

”Coba-coba waktu corona, dulu saya kuliah di UMK (Universitas Muria Kudus), libur selama pandemi, kuliahnya jadi berani. Terus saya buat hidroponik di halaman depan dan belakang rumah, yang dulu ada pohon jati saya tebang,” ujarnya mengenang awal mula.

Ilmu tentang budidaya hidroponik yang diperolehnya di bangku kuliah, dan minat pada jurusan ini muncul karena potensi pertanian di daerah Sale yang menjanjikan.

Baca Juga: Waduh, Nelayan di Jepara Mengaku Sulit Mengekspor Ikan ke Eropa, Ini Kata Dinas

Baca Juga: Makin Eksis, Kopi Muria Kudus Kini Rambah Pasar Internasional, Segini Harga per Bungkusnya

Awalnya, Alvian membuat hidroponik dengan 100 lubang dan menanam tiga jenis sayuran pakcoy, sawi, dan selada. Namun, ia kemudian memutuskan untuk fokus pada selada karena harganya lebih terjangkau, sekitar Rp 25 ribu/kg.

Ia mengakui bahwa menghadapi beberapa kegagalan di awal budidaya hidroponik. Namun, kegagalan tersebut justru menjadikannya semakin termotivasi untuk belajar.

”Dulu awal-awal gagal panen karena hama dan jamur. Saya belajar dari YouTube dan ikut grup seminar hingga akhirnya tahu cara mengatasi masalah panen,” imbuhnya.

Baca Juga: Unik, BPJS Kesehatan Kenalkan program JKN melalui Wayang Suluh dan Workshop

Baca Juga: Dinas Ungkap Baru Belasan UMKM di Kudus yang Sukses Tembus Pasar Ekspor

Terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan), Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menilai kedua pasutri tersebut merupakan teladan generasi muda di Rembang.

Budidaya selada yang dilakukan Alvian menunjukkan potensi pertanian dengan berbagai cara dan komoditas masih terbuka.

”Jika kita bisa memenuhi kebutuhan pasar, maka bisa menjadi sumber penghasilan. Saat ini, pertanian hidroponik dan organik sedang berkembang pesat dan pasarnya masih terbuka. Kami berharap anak muda lainnya bisa mencontohkan langkah mas Vian ini,” tutupnya. (tidak/ujung pena)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pengembangan selada belanda #umkm tiktok #alvian tunis ernawan #mrayun sale rembang #alumni Universitas Muria Kudus #hidroponik rembang #Sahabat Farm Hidroponik