Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waduh, Nelayan di Jepara Mengaku Sulit Mengekspor Ikan ke Eropa, Ini Kata Dinas

Nibros Hassani • Rabu, 3 Juli 2024 | 01:46 WIB
NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS-- PERSIAPAN: Salah satu nelayan Demaan, Jepara  sedang mempersiapkan laut
NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS-- PERSIAPAN: Salah satu nelayan Demaan, Jepara sedang mempersiapkan laut

RADAR KUDUS - Negara-negera di benua Eropa termasuk Amerika acapkali menolak produk perikanan yang ditangkap oleh nelayan Indonesia, di antaranya dari Jepara.

Penolakan itu disinyalir karena cara penangkapan ikan yang dinilai tidak memperhatikan ekosistem biota laut. Maupun tidak sesuai dengan standar penangkapan di negara-negara Eropa.

Baca Juga: Pemkab Bertekad Perluas Ekspor Furniture dan Ukir Jepara di Kancah Internasional, Ini Salah Satu Upaya yang Dilakukan


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, Farikhah Elida melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Ahmad Sofuan pada Selasa (2/7).

Untuk menyiasati hal tersebut, Sofuan menyampaikan tengah mengerjakan peralatan ikan tangkap yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Wow! Pemkab Jepara Tebar 1,2 Ton Ikan Nila di Pemancingan Kartini, Ada Apa?


Upaya itu senada dengan adanya Permen KKP nomor 36 tahun 2023 tentang penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di zona penangkapan ikan terukur dan wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

Baca Juga: Dipastikan Meriah, Presiden Jokowi Dukung Penuh Pameran Mebel Internasional di Jepara, Catat dan Ingat Tanggalnya!


"Kami sedang mengembangkan jaring hela. Singkatnya salah satu fungsinya terdapat turtle excluder device (TED) sebagai alat pengusir penyu yang memungkinkan penyu dapat melarikan diri saat tertangkap di jaring nelayan," jelasnya.

Baca Juga: Tercemar Limbah Tambak Udang, Ribuan Ikan Budidaya di Karimunjawa Mendadak Mati


Jaring tersebut merupakan jaring ramah lingkungan yang cara pengoperasiannya menggunakan satu atau lebih jaring berkantong. Dilengkapi papan pembuka mulut jaring berupa palang rentang dan dilakukan dengan cara menyapu permukaan, pertengahan atau dasar perairan pada waktu tertentu.


"Target tangkapannya udang maupun ikan-ikan demersal dewasa (hidup dekat dasar laut, Red)," ujarnya.

Baca Juga: BBPBAP Jepara Kembangkan Potensi Bandeng Donorojo, Ini Manfaatnya


Pihaknya mengaku telah melakukan studi banding ke balai besar pengembangan penangkapan ikan Semarang. Sebagai tindak lanjut Sofuan akan mengundang para ketua kelompok nelayan.


"Di Jepara tercatat kurang lebih 140 kelompok. Akan kami beri pelatihan dan uji coba terkait pembuatan dan penggunaan alat. Kalau berhasil akan kami masifkan," tandasnya.(fik/nib)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#ekspor ikan #dinas perikanan #pemerintah #ikan #jepara bangkit #Pemkab Jepara #perikanan #jepara kota ukir #ekspor #nelayan #ikan jepara