KUDUS – Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkopukm) Kabupaten Kudus, hingga tahun 2024 baru 14 UKM yang tercatat sudah memasarkan produknya ke luar negeri atau di ekspor.
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM Disnakerperinkopuk Kudus Moh Faiz Anwari menjelaskan, 14 UKM tersebut terdiri dari makanan dan minuman lokal buatan UMKM Kudus.
Ia mengatakan, di Kudus sebenarnya ada lebih banyak UKM yang sudah menembus pasar ekspor, namun belum tercatat di bea cukai.
Sebab untuk menembus pasar ekspor bisa melalui banyak cara. Tidak hanya yang melewati pihak bea cukai.
Ia mencontohkan, barang yang dijual keluar negeri melalui Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau keluarga yang sedang berlibur, tapi juga termasuk barang ekspor.
"Ada pelaku UKM yang tanpa sepengetahuan kami sudah melakukan itu (ekspor) dengan cara lain tadi, itu yang sulit kita pantau.
Dia melakukan transaksi tapi tidak laporan, itu banyak," katanya kemarin.
Masih banyaknya pelaku UKM di Kudus yang beranggapan jika mengurus ekspor sulit dan ribet, juga menjadi kendala tersendiri.
Untuk itu, pada tahun depan ia berencana mengadakan sosialisasi kemudahan ekspor kepada para pelaku UKM.
Anggaran kegiatan tersebut juga sudah ia masukkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Kudus pada tahun 2025.
Sebagai permulaan untuk pengenalan sosialisasi kemudahan ekspor, pada tahun ini akan diadakan expo terkait kegiatan tersebut.
Dengan tujuan agar pelaku UKM lebih familiar terhadap ekspor barang ke luar negeri.
"Kemarin kita sudah koordinasi dengan pihak bea cukai bahwa ekspor itu sebenarnya mudah," ujarnya.
"Tahun depan kami akan rencanakan sosialisasi kemudahan ekspor bagi pelaku UKM," ungkapnya.
Dari pihak bea cukai menurutnya juga akan memberi kemudahan bagi pelaku UKM yang akan mengekspor barangnya ke luar negeri.
Berupa kemudahan dalam mengurus persyaratan ekspor barang.
"Tapi belum secara detail (kemudahan apa saja yang akan diberikan pada pelaku UKM dari pihak bea cukai), karena belum kita sosialisasikan," tambahnya.
Sebab untuk menembus pasar ekspor atau mengirim barang ke luar negeri, pelaku UKM di Kudus masih terkendala pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan. (wat/him)
Editor : Ali Mustofa