Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Prinsip Pareto sebagai Strategi Penentuan Prioritas dalam Manajemen Bisnis

Abdul Rokhim • Rabu, 19 Juni 2024 | 17:58 WIB
Dosen Manajemen FEB Universitas Muria Kudus, Indah Puspita Maharani, S.S.T., M.Sc.
Dosen Manajemen FEB Universitas Muria Kudus, Indah Puspita Maharani, S.S.T., M.Sc.

Pertanyaan :

Sebagai pelaku bisnis, tindakan apa yang perlu saya lakukan untuk dapat efektif dan efisien namun tetap mendapatkan hasil optimal? (Sugito – Pati)

Jawaban : 

Dalam melakukan kegiatan bisnis, strategi yang tepat (efisien efektif optimal) perlu diterapkan demi keberlanjutan usaha.

Salah satu strategi yang sering digunakan adalah prinsip Pareto.

Prinsip Pareto menyatakan bahwa 80% output dapat dihasilkan oleh 20% input.

Prinsip ini juga dikenal sebagai "aturan 80/20" yang menekankan bahwa 80% manfaat berasal dari 20% kinerja dan 80% masalah berasal dari 20% penyebab.

Dengan kata lain, analisis Pareto adalah teknik untuk memperoleh fakta-fakta yang diperlukan untuk menentukan prioritas dalam permasalahan bisnis.

Misalnya, 20% dari jumlah pelanggan menciptakan 80% pendapatan usaha.

Dari perspektif ini, akan bermanfaat bagi perusahaan jika fokus menargetkan pada 20% pelanggan yang berkontribusi 80% hasil penjualan.

Prinsip Pareto dapat diaplikasikan dalam proses manajemen untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Diawali dengan melakukan proses analisa data.

Proses ini akan membantu manajemen menemukan permasalahan yang perlu untuk segera diselesaikan.

Proses analisa dapat dilakukan dengan membuat diagram Pareto, yaitu diagram yang dapat menunjukkan permasalahan dalam manajemen selama periode waktu tertentu.

Jika masalah tertentu sering terjadi, maka tindakan perlu segera dilakukan.

Pada fase berikutnya, penyesuaian harus dilakukan setelah masalah terbesar manajemen diidentifikasi.

Penyesuaian ini harus ditinjau kembali untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Jika sudah direncanakan dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah implementasi.

Selain itu, perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan apakah solusi yang telah diimplementasikan sudah efektif.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, perlu dilakukan analisis ulang apakah masalah sudah selesai atau muncul masalah baru.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah jangan terpaku pada angka 20% dan 80%.

Angka input tidak harus sebesar 20%, begitu juga angka output tidak harus 80%.

Inti dari Prinsip Pareto yaitu input dengan persentase kecil akan mempengaruhi sebagian besar output.

Tujuannya bukan meminimalkan jumlah upaya, tetapi memusatkan upaya pada bagian tertentu untuk menghasilkan dampak yang besar.

Sehingga para pelaku bisnis tidak boleh mengesampingkan 80% input yang lain.

Para pelaku bisnis harus bisa menemukan keseimbangan yang tepat dalam menggunakan aturan 80/20, dan menyelesaikan tugas lainnya, meskipun tugas tersebut tidak memberikan 80% hasil.

*Artikel ini ditulis oleh Dosen Manajemen FEB Universitas Muria Kudus, Indah Puspita Maharani, S.S.T., M.Sc. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#universitas muria kudus #UMK #Strategi bisnis #Indah Puspita Maharani #Prinsip pareto