KUDUS - Upaya sosialisasi perilaku hidup sehat terus dilakukan oleh BPJS kesehatan.
Kali ini BPJS kesehatan bekerja sama dengan Klinik Pratama Eny di Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul Yogyakarta.
Sosialisasi dilakukan melalui wayang suluh lakon BPJS Kesehatan pada Selasa (12/6).
Menjadi dalang, Ki Sidik Mangun Carita atau pemilik nama asli Sidik Jatmika. Ia memainkan lakon gaya hidup sehat.
Dengan cara menjelaskan bagaimana metode mencegah penularan penyakit TBC, demam berdarah, juga panduan agar tidak terkena hipertensi dan Stroke.
"Kami setidaknya tiap satu minggu sekali menyuguhkan wayang suluh. Lakon yang kami perankan khusus tema-tema Kesehatan. Menurut kami, memberi edukasi melalui wayang suluh lebih mengena ke hati masyarakat. Karena pesan yang kami sampaikan bisa diterima dengan santai," ungkap Ki Mangun Carita.
Masih dalam rangkaian acara, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI tahun 2024, juga menyelenggarakan Workshop kesehatan.
Tema yang diangkat Transformasi Mutu Layanan Penyelenggaraan Program JKN di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Acara dilaksanakan di Griya Persada Hotel Kaliurang.
Dalam acara workshop, Deputi Direksi Wilayah VI Jateng-DIY BPJS Kesehatan Mulyo Wibowo menjelaskan, BPJS Kesehatan telah memastikan semua fasilitas kesehatan di Provinsi Jawa Tengah dan sudah bisa melayani peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) menggunakan KTP elektronik.
"Kami pastikan semua fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Jateng-DIY telah menerapkan pendaftaran peserta JKN cukup menunjukkan KTP elektronik," tegasnya.
Menurutnya, penggunaan KTP elektronik untuk mendaftar di semua faskes, adalah untuk memudahkan peserta JKN.
"Masyarakat tidak perlu menyimpan banyak kartu. Cukup mendaftar menggunakan KTP elektronik sudah bisa dilayani. Jikalau masih ada faskes yang menolak peserta JKN, silakan dilaporkan untuk segera ditindaklanjuti," imbuhnya. (lia/*)
Editor : Ali Mustofa