JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara saat ini bertekad agar bisa memperluas tujuan ekspor produk furniture dan ukir Jepara ke lebih banyak negara di dunia.
Salah satunya yang saat ini tengah ditargetkan adalah ke negara-negara yang berada di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Upayanya, dengan memasifkan promosi melalui keikutsertaan dalam pameran internasional.
Salah satunya akan digelar September mendatang di Peru.
Itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza.
Menurutnya, selama ini produk furniture dan ukir Jepara memang banyak dieskpor ke luar negeri.
Namun, sejauh ini belum begitu banyak menjangkau negara di Amerika Latin dan Karibia.
Usai mendapat kunjungan dari delegasi negara-negara Amerika Latin dan Karibia pekan lalu, pihaknya pun menargetkan agar komoditas produk furniture dan ukir bisa menjangkau negara-negara tersebut.
”Paling tidak, harapannya bisa membuka pasar baru. Karena saat ini masih jarang yang ekspor ke sana, Amerika Latin dan Karibia, Ujarnya.
"Padahal, informasi model produk yang diminati di sana itu hampir sama dengan model-model produk yang dipasarkan secara lokal,” kata Zamroni.
Sebab itu, menurutnya saat ini yang terus diupayakan adalah kegiatan promosi.
Ia mengemukakan, September mendatang tawaran keikutsertaan dalam pameran furniture didapat Kabupaten Jepara dari Kementrian Luar Negeri.
Tempatnya di Peru. Zamroni bertekad nantinya yang akan dikirim adalah kolaborasi produk furniture dan ukir khas Jepara yang bisa memamerkan kreasinya di kawasan Amerika Latin tersebut.
Sebelumnya, di awal tahun ini produk furniture Jepara juga telah diikutsertakan dalam beragam ajang pameran internasional.
Mulai dari Ifex, Inacraft, Jiffina, hingga JIF-BW.
Lewat keikutsertaan itu, Zamroni bertekad produk khas Jepara itu bisa kian menanjak di dunia pasar global.
Diketahui, produk ukir dan furniture Jepara telah terekspor ke sekitar 100 negara di seluruh dunia.
Pada tahun 2023, total nilai ekspor produk Jepara mencapai USD 659,2 juta, dengan produk furniture dari kayu jati menyumbang sebesar USD 302,7 juta dari jumlah tersebut. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa