KUDUS - Bencana banjir kembali menerjang jalur panturan Kudus-Demak tepatnya di Desa Karangayar, Demak.
Saat ini ketinggian air sudah mencapai satu meter dan kendaraan sudah tidak bisa melintas.
Demi tetap lancar pengiriman bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, Pertamina sejak Sabtu (16/3) dan dilanjutkan Minggu (17/3), mengoptimalkan pengiriman eliji dari Rembang dan Semarang.
Konsumen tidak perlu khawatir terkait pasokan elpiji 3 Kilogram karena sedang dilakukan upaya recovery atau pemulihan.
Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsbility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho, dapat disampaikan bahwa sebelumnya terdapat kondisi cuaca dan gelombang tinggi sehingga kapal pengangkut elpiji tidak bisa sandar di Temporary Supply Point LPG Rembang pada Rabu (13/3) 2024.
Disamping kapal terlambat sandar ke Temporary Supply Point LPG, karena cuaca buruk, penyaluran juga dilakukan dari Semarang dan Gresik namun terkendala banjir yang melanda Semarang sehingga penyaluran elpiji 3 Kilogram belum optimal.
Adapun banjir Semarang sudah surut.
Kapal juga berhasil sandar di Temporary Supply Point pada Sabtu (16/3).
Brasto menambahkan, berdasarkan informasi BMKG (Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika) gelombang tinggi yang terjadi di perairan Laut Jawa disebabkan oleh kemunculan tiga bibit siklon tropis secara bersamaan yang mampu meningkatkan potensi awan hujan.
Serta kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dimana Jawa Tengah merupakan wilayah potensi terdampak dengan kategori waspada.
Jadi, agen kemudian melakukan pengaturan penyaluran elpiji 3 Kilogram ke pangkalan.
Perlu dicatat bahwa paramater ketersediaan gas bersubsidi adalah di pangkalan, bukan kios atau warung.
Dan perlu diingat minimal 80 persen pangkalan elpiji 3 Kilogram harus menjual ke konsumen akhir.
Minimal 80 persen berarti bisa saja 100 persen gas bersubdisi disalurkan pangkalan langsung ke konsumen akhir.
Brasto mengungkapkan, adapun sejatinya elpiji 3 Kilogram adalah untuk rumah tangga, usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran.
Untuk rumah tangga menengah ke atas dan usaha di atas level mikro, kami mengimbau menggunakan elpiji nonsubsidi.
”Yang penting jangan panic buying. Proses pemulihan sedang dilakukan dan perlu waktu. Yang tidak miskin jangan beli elpiji subsidi,” ujarnya.
Sementara, kondisi banjir saat ini penyaluran ke Kudus, Pati, dan Jepara per kemarin (17/3) melalui Rembang dan Semarang.
Kalau dari Semarang, dilakukan melalui jalur alternatif Alternatif Semarang ke Kudus yakni melewati Trengguli - Mijen - Welahan - Jepara - Kaliwungu - Kudus.
Hal tersebut karena banjir Demak. (san)
Editor : Noor Syafaatul Udhma