Pihak YIMM menargetkan 4.000 masyarakat bisa mencoba langsung Yamaha E01. Tersedia 20 unit Yamaha E01 yang akan dipinjamkan untuk masyarakat yang berada di empat kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Medan dan Bali.
Peminjaman untuk pengujian ini gratis alias tak dipungut biaya setelah melengkapi data, namun hanya diberi waktu satu hari. Hampir sama yang dilakukan di negara lain seperti Jepang, dan Thailand, namun menggunakan sistem sewa dan sekaligus menjadi bahan riset, untuk melihat kebutuhan konsumen.
Menurut Executive Vice President dan Chief Operating Officer PT YIMM, Dyonisius Beti mengatakan, program ini untuk mengetahui secara langsung bagaimana kondisi dan kebutuhan konsumen. Yamaha tidak ingin mengecewakan konsumen karena janji dari spesifikasi yang diberikan.
“Karena kita melihat berbagai kondisi, dan pemakaian. Jadi kita mau lihat baterai itu selama satu tahun masih bisa atau tidak untuk jarak tempuh 104 kilometer,” kata Beti di Bukit Pelangi Sentul Bogor, Jawa Barat, Selasa pagi (25/10).
YIMM mematok waktu untuk E01 dalam melakukan riset lapangan ke konsumen agar bisa diproduksi massal dan dipasarkan di Tanah Air.
alam kesempatan yang sama Manager Branding & Promotion PT YIMM, Radityo Andi Dharma berkomentar kalau hal ini dilakukan menjadi komitmen Yamaha menciptakan transportasi di Indonesia menjadi nol emisi terus dalam proses.
“Kendaraan EV menjadi salah satu pilihan kendaraan ramah lingkungan. Jadi ke depannya bukan motor ini saja (Yamaha E01), ada beberapa model Yamaha EV lainnya yang disesuaikan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Dharma dikesempatan yang sama.
Dharma menambahkan ada strategi lain yang diterapkan Yamaha dalam berinovasi dan menciptakan produk rendah emisi yang menggabungkan mesin bensin dengan teknologi terbarukan seperti hybrid, atau bahkan fuel cell.
Seperti diketahui, sebelumnya, Yamaha di Indonesia sempat menghadirkan Yamaha e-Vino. Sayangnya penerimaan masyarakat masih kurang bagus, hal ini karena kecepatan maksimalnya dianggap terlalu lamban, yaitu 30-40 kpj (kilometer per jam).
Dengan pengalaman ini Yamaha mengeluarkan Yamaha E01 yang bisa meluncur hingga 100 kpj jika menggunakan mode Power saat berkendara. Ada dua mode lain yaitu Standar dan ECO bisa dipacu hingga 60 kpj.
Yamaha E01 dibekali baterai lithium-ion model tanam yang berada di tengah dek pijakan kaki dengan kapasits 4,9 kWh. Waktu pengisiannya hanya 1 jam dari kondisi nol sampai 90 persen dengan alat khusus atau fast charging. Berat baterai kurang lebih 38kg.
Berbicara masalah harga YIMM masih belum berani membuka informasi, karena masih menunggu masukan dari masyarakat dalam program Test ride selama 1 tahun. (Jawapos) Editor : Ali Mustofa