Iskandar Z. Kepala Bidang Industri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara mengatakan tahun ini pihaknya menerima laporan kerajinan atau barang dari logam menempati tiga besar ekspor terbanyak tahun ini. Pertama furnitur, kedua oleh batu, marmer, dan semen, serta ketiga barang dari logam termasuk monel.
“Untuk data detailnya kami belum kelola, tapi kemungkinan besar monel masuk jajaran barang logam tadi,” jelas Iskandar.
Kerajinan monel Jepara berada di Kriyan, Kalinyamatan. Siapapun yang melewati Kriyan pasti menjumpai plang besar pada sebuah gang dengan tulisan yang terpampang “Pusat Kerajinan Monel”.
Andi, pelaku usaha yang sama namun memproduksi model kerajinan yang berbeda. Andi menghasilkan monel namun dilapisi dengan emas. Ada perhiasan juga ukiran nama yang dibuat seperti bros. Belakangan ini, bros nama model tersebut sedang diminati oleh pelanggannya. Ia juga kerap menerima pesanan. Produknya bahkan sempat dipesan dari Malaysia.
Ia kini mengandalkan pemasaran daring untuk produknya. “Pakainya pre-order. Ada yang lewat WhatsApp,” jelas Andi.
Pelaku usaha lain yang menggeluti itu adalah Abdur Rahman,70. Ia bersama istrinya menjalankan kerajinan itu sejak 1989. Sayang, ia sudah tidak memproduksinya lagi sendiri. “Dulu waktu jaya era 90-an kita sempat mempekerjakan karyawan, produksi sendiri. Tapi 2016 anjlok, kalah dengan produk Tiongkok,” jelasnya. Sekarang ia hanya menjual sisa-sisa produk yang dulu dan membeli dari perajin lain. Meski demikian kerajinan monel masih diminati. Monel yang masih ia jual di antaranya kalung, gelang, dan cincin. Serta model perhiasan lainnya. Harganya berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu.
Pernah ia diminta pelanggannya untuk mengirim barang ke Amerika dan Rusia. Namun batal karena tidak bisa memenuhi permintaan. Padahal, cerita karyawannya, harga produknya jauh lebih murah dibandingkan dengan yang ada di Rusia. “Jumlah pesanannya terlalu banyak, kita tidak sanggup,” katanya.
Meski begitu, kini ia masih mengirim produk ke luar Jawa. Seperti Kalimantan, Sumatera. Kota lain yakni Surabaya, Jakarta. (nib/war) Editor : Ali Mustofa