Ini dikarenakan resistensi terhadap penggunaan yang terus-menerus, sehingga penggunaan dosis pestisida akan menjadi makin meningkat. Dampak buruk penggunaan pupuk dan pestisida kimia ini, akan terasa di masa depan. Untuk memperbaiki membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Salah satu solusi upaya yang dapat dilakukan dengan trichoderma sp, yang dapat digunakan sebagai pupuk biologis tanah dan pestisida alami. Trichoderma, sp merupakan mikroorganisme jamur yang berekosistem di tanah yang dapat diisoloir dari perakaran tanaman lapangan.
Selain sebagai organisme pengurai, trichoderma, sp dapat pula berfungsi untuk menyalurkan unsur hayati dan stimulan pertumbuhan tanaman. Juga dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran luasan fungus penyebab penyakit bagi tanaman, seperti cendawan fusarium oxysporum, fusarium monilifome, rigdiforus lignosus, dan rizoctonia solani.
Berangkat dari latar belakang ini, PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN UIK Tanjung Jati B) memberikan bantuan pengembangan program agikultur bertajuk ”Pelatihan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani dan Pelatihan Trichoderma kepada Kelompok Tani Guyub Rukun”. Itu merupakan salah satu kelompok tani binaan PLN UIK Tanjung Jati B.
Kelompok tani beranggotakan 25 orang ini, sudah memelopori pertanian berkelanjutan. Seperti mengolah limbah peternakan/kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik yang setiap bulan dapat menghasilkan 2,5 sampai 3 ton pupuk padat. Saat ini mulai merintis menggunakan fungisida organik dari hasil pengembangan biang trichoderma, sp.
Menghadirkan narasumber dari Institut Pertanian Bogor Dr. Soni Trison dan Dr. Yunik Istikorini, pelatihan ini berlangsung pada Selasa-Rabu (5-6/7) di sekretariat Kelompok Tani Guyub Rukun, Desa Sumanding, Kembang, Jepara.
SRM KKU PLN PLN UIK Tanjung Jati B Apri Hartono Basuki berharap, pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. ”Fokus kegiatan ini melakukan perintisan pengembangan pupuk hayati berupa perbanyakan trichoderma yang berfungsi sebagai pengganti fungisida kimia. Sejalan juga untuk penanganan kelangkaan dan mahalnya pupuk urea. Juga peningkatan hasil produksi pertanian dengan penggunaan pupuk organik yang dicampur trichoderma,” jelasnya.
Petinggi Desa Sumading Afif Fatkhur Rohman mengucapkan terima kasih kepada PLN UIK Tanjung Jati B. ”Terima kasih atas program pelatihan ini. Dengan memberikan ilmu kepada warga kami. Mudah-mudahan membawa manfaat. Bisa dimaksimalkan kepada bapak ibu di sini. Bisa meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.
Penggunaan pupuk biologis dan biofungisida trichoderma, sp memang tidak serta merta memperlihatkan dampak manfaatnya secara langsung, seperti pupuk atau fungisida kimia. Namun, dengan penggunaan rutin secara berkala pupuk biologis dan biofungisida ini, akan memberikan manfaat yang lebih baik daripada pupuk dan fungisida kimia.
Penggunaannya juga sangat efektif mencegah penyakit busuk akar dan pangkal batang, yang menyebabkan tanaman layu. Juga penyakit jamur akar putih pada tanaman karet. (lin) Editor : Ali Mustofa