”Meskipun Jenang Mahkota Abadi sekarang ini merupakan generasi ke tiga, tetapi untuk urusan rasa, kami tidak mengurangi takaran dari resep yang diwariskan oleh pendahulu kami. Karena untuk ukuran rasa, lidah pelanggan tidak bisa dibohongi. Sedikit saja meleset dari pakemnya, pelanggan bisa komplain,” Jelas Kusnadi yang beralamatkan di Jl Sosro Kartono, Desa Kaliputu, Gg. I, Rt 08 Rw 01.
Menurut Kusnadi, untuk meminimalisir resiko berubahnya rasa, stok jenang yang ia sediakan tidak berjumlah banyak. Hanya sebatas untuk memenuhi pesanan pelanggan. ”Produksi jenang kami tidak menggunakan bahan pengawet. Jenang yang sudah dua minggu, kami anggap sudah tidak layak dikonsumsi. Kami memang ketat dalam menjaga dan mempertahankan kualitas. Jangan sampai pelanggan kecewa,” tegasnya.
Selain jenang yang di kemas kecil-kecil, Jenang Mahkota Abadi juga menyediakan jenang yang disajikan dalam loyang. Kemasan ini banyak diminati masyarakat yang mempunyai hajat untuk hantaran.
Berbagai varian rasa juga bisa menjadi pilihan pelanggan. Selain jenang original, juga ada rasa wijen yang best seller. Juga ada rasa durian, susu, melon dan strowberry. Masing-masing varian sudah ada pelanggannya. Lima varian tersebut selalu ada, karena banyak pelanggan yang repeat order. ”Jenang Mahkota Abadi juga sudah kami lengkapi perijinan. Untuk BPOM, dan label Halal sedang dalam proses. Masyarakat yang ingin menkonsumsi produk jenang dari kami tak perlu ragu dengan kualitasnya. Ungkap Kusnadi. (lia) Editor : Ali Mustofa