Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan, banyaknya keluhan dari masyarakat tentang kelangkaan minyak goreng, maka Kementerian Pedagangan mengecek langsung. Sekaligus menyelesaikan terjadinya kelangkaan minyak goreng.
”Cara mengatasi (kelangkaan minyak goreng, Red) setelah pihak kementerian melihat secara langsung. Barangkali ada kendala di distributor, sehingga terjadi kekosongan beberapa jenis minyak dan harga di pasar tradisional juga belum bisa turun menjadi Rp 14 ribu per liter,” jelasnya.
Tim dari kementerian juga mencocokkan data dari beberapa produsen yang menggelontorkan minyak goreng ke Kudus. Dikhawatirkan ada kecurangan. Sebab, di dalam catatan Kementerian Perdagangan, sudah ada kuota pengiriman dari produsen minyak ke masing-masing daerah.
”Rencana tim Kementerian Perdagangan datang ke Kudus sampai kondisi benar-benar normal. Dalam rangka antisipasi penimbunan juga di kalangan distributor. Setelah dari distributor, kemungkinan juga akan cek ke pasar tradisional,” ucapnya.
Terpisah, Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kudus Imam Prayetno mengatakan, selama pendampingan, tim dari Kementerian Perdagangan saat cek ke distributor kemarin (17/2), memang diketahui pengiriman minyak goreng dari produsen terlambat.
”Kami mendatangi distributor PT Jaya Berhasil Bersama, yang ditunjuk dari produsen Filmar. Rencananya Jumat (18/2) (Kudus) digelontorkan 4.300 karton. Dibagi dua tahap. Untuk disalurkan ke Pasar Bitingan, Jetak, dan Pasar Dawe,” ujarnya.
Dia menambahkan, setelah nanti digelontorkan minyak goreng harga di pasar tradisional tidak ada yang di atas Rp 14 ribu per liter. Dari distributor ke pedagang dengan harga Rp 13 ribu per liter. Ke bakul dengan harga Rp 13.500. Sampai ke konsumen Rp14 ribu per liter.
”Ya seperti operasi pasar dan kami memantau pendistribusiannya. Sampai kondisi aman. Di Kudus ada sekitar empat distributor dan hari ini (kemarin, Red) digelontorkan 400 karton,” imbuhnya. (lin) Editor : Ali Mustofa