Salah satunya adalah pengrajin patung asal Mulyoharjo, Jepara, Sumarno, 51. Dirinya tahun ini mendapat order patung dewa sekitar 20 buah. Itu mulai dipesan sejak Juni 2021 lalu. Karena pemesanannya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan hingga selesai. ”Alhamdulillah, prodouksi patung tahun ini ada peningkatan disbanding tahun kemarin. Tahun kemarin hanya satu atau dua pesanan saja. Namun ini mulai ramai kembali sejak ada pelonggaran PPKM,” terangnya kemarin (21/1).
Selain itu menurutnya tahun kemarin saat Imlek masih terdapat pengetatan kegiatan masyarakat. ”Kemarin hanya ada satu dua pesanan. Pasalnya, sebelumnya wihara-wihara atau klenteng masih ditutup,” katanya.
Namun, untuk sementara waktu ini pemesannya baru dari dalam negeri saja. Tahun ini pemesannya berasal dari Bangka Belitung, Jakarta, Bagan Siapiapi, Makassar, dan Bandung. Sumarno yang merupakan pemilik usaha ukir Tatah Antik mengaku ukuran patung dewa yang dipesan bervariatif. Mulai paling kecil ukuran sekitar 22 sentimeter hingga paling besar ukuran 2,5 meter.
Ada beberapa jenis patung yang jadi pesanan untuk perayaan Imlek tahun ini. Yakni patung Buddha, patung dewa Kwan Kong, dewi Kwan Im, hingga dewa Hok Tek Ceng Sin. Sumarno mematok harga patung itu berdasarkan ukuran, kerumitan, juga jenis kayu. Dari sekitar Rp 500 ribu hingga puluhan juta rupiah. ”Sebelum dipakai saat imlek, patung tersebut paling tidak dikirim sepekan sebelumnya. Atau maksimal sebelum lima hari jelang Imlek patung sudah sampai lokasi,” imbuh Sumarno. (him) Editor : Ali Mustofa