GeoDough, Media Sederhana Berbasis Pati untuk Membuat Belajar Kimia Lebih Nyata

Admin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:39 WIB
INTERAKTIF: Sejumlah siswa MAN 1 Jepara tengah belajar kimia secara mudah dan murah.
INTERAKTIF: Sejumlah siswa MAN 1 Jepara tengah belajar dan praktik kimia secara mudah dan murah.

Oleh: Syafriyanti Annur, S.Si., M.Sc — Guru Kimia, MAN 1 Jepara

SIAPA bilang belajar kimia harus selalu menggunakan alat yang mahal?

Guru di MAN 1 Jepara menghadirkan inovasi sederhana bernama GeoDough.

Media pembelajaran berbentuk adonan yang dapat digunakan siswa untuk membuat model molekul tiga dimensi.

GeoDough dikembangkan sebagai alternatif media model molekul komersial yang harganya relatif mahal dan tidak selalu tersedia dalam jumlah banyak di sekolah.

Media ini dibuat menggunakan bahan berbasis pati yang mudah diperoleh dan dapat dibentuk sesuai kebutuhan pembelajaran.

Gagasan GeoDough berangkat dari pengalaman pembelajaran di kelas.

Beberapa materi kimia membutuhkan kemampuan siswa untuk membayangkan bentuk dan susunan benda yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Jika hanya menggunakan gambar di buku atau tampilan di layar, tidak semua siswa mudah memahami konsep tersebut. 

Melalui GeoDough, siswa dapat memegang, membentuk, mengubah, dan mengamati langsung model yang mereka buat.

Konsep yang sebelumnya hanya dibayangkan kemudian dapat diwujudkan dalam bentuk tiga dimensi. 

Tujuannya sederhana, yaitu bagaimana siswa tidak hanya melihat gambar, tetapi bisa membuat sendiri apa yang sedang mereka pelajari.

Ketika siswa membuat modelnya sendiri, mereka mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.

Bahan GeoDough dirancang menggunakan bahan yang relatif sederhana.

BAHAN SEDERHANA: Siswa dapat membuat sendiri Ge
BAHAN SEDERHANA: Siswa dapat membuat sendiri GeoDough.

Sehingga dapat dibuat dan dikembangkan kembali oleh guru maupun sekolah lain. 

Selain mudah dibentuk, media ini juga memiliki karakteristik yang mendukung aktivitas pemodelan, seperti tekstur, kelenturan, kestabilan bentuk, daya rekat, dan kemudahan dibentuk.

Dalam penilaian ahli media, GeoDough memperoleh skor 89 persen dan masuk kategori sangat layak.

Sebagai pembanding, plastisin komersial memperoleh 74 persen atau kategori layak. 

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa bahan sederhana yang dikembangkan tidak hanya menarik secara konsep.

Tetapi juga memiliki karakteristik yang mendukung penggunaannya sebagai media pembelajaran.

GeoDough kemudian dipadukan dengan pembelajaran berbasis misi.

Siswa tidak langsung diminta membuat model, tetapi menyelesaikan beberapa tantangan secara bertahap. 

Mulai dari memahami bagian-bagian yang harus dibuat, menyusun model, hingga menjelaskan hasilnya.

Cara ini membuat siswa lebih aktif selama pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi terlibat langsung dalam proses membuat dan menemukan jawaban. 

Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum di MAN 1 Jepara Naslur, M.Pd., pun memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. 

Menurutnya, pemanfaatan bahan sederhana untuk menghasilkan media pembelajaran merupakan bentuk kreativitas guru yang patut dikembangkan. 

GeoDough, sebutnya, merupakan contoh bahwa inovasi pembelajaran tidak harus selalu menggunakan teknologi atau alat yang mahal. 

Dengan kreativitas, bahan sederhana dapat menjadi media yang membuat siswa lebih aktif dan tertarik belajar.

Inovasi seperti ini sangat positif untuk dikembangkan dan dibagikan kepada guru lainnya.

Pengembangan GeoDough juga menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat lahir dari persoalan sederhana yang ditemukan guru di kelas.

Ketika keterbatasan media menjadi tantangan, guru dapat mencari alternatif yang lebih terjangkau, mudah dibuat, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Bagi siswa, GeoDough bukan sekadar adonan untuk bermain. 

BERHASIL: Siswa langsung praktik.
BERHASIL: Siswa langsung praktik.

Media tersebut menjadi sarana untuk mencoba, membentuk, memperbaiki, dan memahami.

Sementara bagi guru, GeoDough menjadi contoh bahwa kreativitas dalam pembelajaran dapat dimulai dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar. 

Ke depan, GeoDough diharapkan tidak hanya digunakan di MAN 1 Jepara, tetapi juga dapat direplikasi oleh guru lain sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang murah, sederhana, dan menyenangkan. 

Editor : Admin
GeoDough belajar kimia bahan belajar kimia inovasi pembelajaran MAN 1 jepara