Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menguatkan Jati Diri Pelajar Lewat Pembelajaran Bahasa Jawa

Redaksi • Minggu, 18 Januari 2026 | 09:37 WIB

Oleh:

Mahbub Djunaidi (Kepala Bapperida Blora).

A. Mahbub Djunaidi, Kepala Bapperida Kabupaten Blora
A. Mahbub Djunaidi, Kepala Bapperida Kabupaten Blora

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital, ada kegalauan yang disampaikan oleh Mas Anjar dan Mas Lukman Wijayanto,  ASN yang setiap harinya mengampu urusan kebudayaan di Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blora.

Dalam sebuah diskusi kecil sambil menikmati kopi pahit di lorong ruang kerja, muncul kegelisahan, kekhawatiran, kegundahan dan ketidakikhlasan kalau pembelajaran bahasa daerah belum mendapat porsi istimewa dibanding bahasa asing di dunia pendidikan. Padahal, bahasa daerah justru menjadi fondasi penting dalam menjaga jati diri dan karakter generasi muda. Di Jawa Tengah.

Bahasa Jawa memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan sebagai warisan sejarah, budaya, dan sastra yang kaya nilai. Bahasa Jawa tumbuh dan berkembang seiring  kerajaan-kerajaan besar seperti Mataram Kuno hingga Majapahit, bahasa Jawa digunakan dalam prasasti, naskah kuno, dan karya sastra istana.

Jejak sejarah tersebut masih dapat ditelusuri hingga kini melalui manuskrip, tembang, dan tradisi tutur yang hidup di tengah masyarakat.

Bagi pelajar, mempelajari bahasa Jawa berarti membuka akses langsung terhadap sumber sejarah lokal dan nasional. Pembelajaran ini membantu menumbuhkan kesadaran sejarah sekaligus rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.

Bahasa Jawa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter. Unggah-ungguh basa seperti ngoko, krama, dan krama inggil mengajarkan etika, sopan santun, serta penghormatan kepada orang lain.

Nilai-nilai ini relevan di tengah tantangan sosial era modern, ketika budaya instan dan komunikasi digital sering mengabaikan etika berbahasa. Masyarakat Jawa Tengah mmdikenal religius dan menjunjung tata krama, bahasa Jawa menjadi media penting untuk menanamkan nilai andhap asor, tepa salira, dan rasa hormat antargenerasi.

Sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki khazanah sastra yang sangat kaya, mulai dari tembang macapat, serat, babad, hingga sastra modern seperti cerkak dan geguritan. Karya-karya tersebut tidak hanya menyajikan keindahan bahasa, tetapi juga memuat ajaran moral, filosofi hidup, serta kritik sosial yang tetap relevan hingga saat ini.

Melalui pembelajaran sastra Jawa, pelajar dilatih untuk membaca, menulis, dan berpikir kritis. Literasi berbasis kearifan lokal ini penting untuk menyeimbangkan pengaruh budaya global yang semakin kuat di kalangan generasi muda.

Selain bahasa Jawa, beberapa bahasa daerah lain juga diajarkan di sekolah sebagai muatan lokal. Bahasa Sunda di Jawa Barat, misalnya, memiliki sistem undak-usuk basa yang mirip dengan bahasa Jawa, meski tidak sekompleks unggah-ungguh basa Jawa.

Bahasa Bali memiliki keterkaitan kuat dengan adat dan ritual keagamaan, sementara bahasa Minangkabau lebih menonjolkan sastra lisan dan pepatah-petitih yang bersifat egaliter.

Diajarkannya bahasa lokal ini menunjukkan bahwa setiap bahasa daerah memiliki kekhasan dan nilai strategis masing-masing. Demikian juga bahasa Jawa yang memiliki keunggulan dari isi jumlah penutur, pengaruh historis, serta kekayaan sastra tulis dan lisan yang sangat luas.

Di era digital, pembelajaran bahasa Jawa menghadapi tantangan bagi dunia pendidikan di era kemajuan teknologi yang sangat mungkin berpotensi diajarkan melalui konten kreatif berbahasa Jawa di media sosial, video edukatif, hingga literasi digital berbasis budaya lokal dapat menjadi sarana efektif untuk mendekatkan bahasa Jawa dengan generasi muda.

Pembelajaran bahasa Jawa bagi pelajar di era sekarang bukan sekadar pelestarian bahasa daerah, tetapi juga upaya menjaga identitas, karakter, dan literasi budaya bangsa. Bagi masyarakat Jawa Tengah, bahasa Jawa merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan sejarah lokal.

Karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar bahasa Jawa tetap hidup, relevan, dan bermakna bagi generasi masa depan.

Editor : Zainal Abidin RK
#bahasa #manuskrip #sastra #bahasa jawa #jawa tengah