Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kita Butuh Amplopan (1)

Zainal Abidin • Sabtu, 17 Februari 2024 | 22:01 WIB
SERANGAN FAJAR:  Gelombang amplop atau biasa disebut serangan fajar mulai meramaikan masa tenang pemilu di Kabupaten Rembang.
SERANGAN FAJAR: Gelombang amplop atau biasa disebut serangan fajar mulai meramaikan masa tenang pemilu di Kabupaten Rembang.

RADAR KUDUS - Ketika duduk di bangku kuliah, suap menyuap saya anggap sebagai hal negatif. Sekitar setahun lulus, saya masih beranggapan politik uang bisa diberantas. Sampai tiga dua tahun belakang ini, keteguhan diri soal “amplop bisa diberantas” akhirnya pudar.

Masyarakat tetap ingin amplop.

Contoh terkecil pemilu di tingkat kepala desa. Di tingkat kepala desa nominal amplop yang disebar tergantung kondisi wilayah dan luas bengkok.

Misal di area pegunungan Jepara. Bengkok yang didominasi kebun dan tak produktif, sebaran amplop antara Rp 100 ribu –Rp 150 ribu.

Sekitar Demak dan Kudus besaran amplop antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Demak – Kudus selain area bisnis, bengkok di lokasi itu lebih banyak sawah. Tingkat produktivitasnya tinggi. Setahun bisa tiga kali panen. Di area gunung dengan lahan kebun tak produktif, setahun antara 1-2 kali panen.

Setelah pemilihan kepala desa, kita beranjak ke pemilihan legislatif atau DPR-RI, DPR Provinsi, dan DPRD Kabupaten.

Sebaran di DPRD Kabupaten hampir sama dengan pemilihan kepala desa. Sebarannya tergantung geografis dan ekonomi. Di Jepara misalkan, pertarungan antara Rp 50 ribu-Rp 100 ribu.

Di Kota Kudus antara Rp 100 ribu-Rp 150 ribu.

DPRD Provinsi lebih sedikit antara Rp 20 ribu – Rp 50 ribu. Nominal Rp 50 ribu pun tak begitu mendominasi.

Di tingkat DPR-RI pertarungan beragam. Antara Rp 20 ribu-Rp 150 ribu. Pertarungan di DPR RI dan DPRD Kabupaten hampir sama. Lebih seru dan ramai. DPRD Provinsi tidak begitu ramai.

“Tembakan” amplop DPR-RI selain amunisi uang, juga ada sembako dan beberapa kali mendapat suvenir.

Saya akhirnya mengakui salah satu liputan di Radar Kudus jika menyebar amplop 100 dan tembus sepertiganya itu lumrah. Jika 100 tembus setengahnya itu sangat bagus. Kalau tiga perempatnya tembus itu bagus. Bila full semuanya itu bejo.

Hasil wawancara ke salah satu sabet menegaskan jika ingin memenangi pertarungan politik. Menangkan strategi Politik dan politik uang. Kalau menang hanya salah satu maka kita akan rugi besar.

JADI MENANG POLITIK ITU HARUS MENANG STRATEGI DAN MENANG UANG. JIKA MENANG STRATEGI DAN UANG YANG KELUAR TAK BANYAK. ANDA MASUK GOLONGAN BERUNTUNG.

SELAMAT MENCOBA.

Editor : Noor Syafaatul Udhma