BLORA– Bazar ramadan yang diselenggarakan Kodim 0721/Blora ludes dalam waktu singkat.
Kurang dari setengah jam. Terutama untuk komoditi seperti minyak goreng dan telur.
Bahkan sebelum pukul 08.00 masyarakat sudah mengular di halaman Kodim 0721/Blora. Mereka berasal dari berbagai daerah. Bahkan ada yang dari Kunduran.
Seorang warga Surat menjelaskan ia tahu kabar adanya bazar dari media sosial. Meski jauh ia tetap rela ke Kodim lantaran harganya murah.
Harga-harga seperti beras, minyak, gula dan telur lebih terjangkau.
"Murah banget. Tadi beli beras 4 wadah," katanya.
Tiap wadah itu berisi 5 Kilogram. Dengan harga Rp 55 ribu. Padahal harga di pasaran kini beras menyentuh Rp 13 ribu.
“Sealian beras saya beli minyak untuk kebutuhan rumah menjelang Lebaran. Harganya lebih murah dari pasar, jadi sangat membantu,” katanya.
Beberapa komoditas yang dijual di antaranya Minyakita Rp 15.000 per liter, lebih rendah dari HET Rp 15.700.
Kemudian beras kemasan 5 kilogram Rp 55.000 atau sekitar Rp 11.000 per kilogram, di bawah HET beras medium sekitar Rp 12.500 per kilogram.
Selain itu telur ayam Rp 26.000 per kilogram, juga lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp 28.000–Rp 30.000 per kilogram.
Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan bazar murah tersebut digelar sebagai langkah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Terutama saat permintaan bahan pokok meningkat di bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Menurutnya, bazar Ramadan juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah.
Dengan menghadirkan bahan pangan di bawah HET, diharapkan dapat membantu menekan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Melalui bazar ini masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah dari HET. Harapannya dapat membantu meringankan beban warga sekaligus ikut menstabilkan perekonomian masyarakat Blora menjelang Lebaran,” ujarnya.
Bazar murah tersebut langsung diserbu warga sejak pagi.
Salah satunya Surat, warga Kecamatan Kunduran. Ia mengaku sengaja datang untuk membeli kebutuhan rumah tangga karena harganya lebih terjangkau. (tos)
Editor : Mahendra Aditya