BLORA – Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora terus mendorong penambahan agen Perlinsos (Perlindungan Sosial) untuk memperluas jangkauan bantuan sosial (bansos).
Hingga saat ini, hampir 2.000 orang dari berbagai unsur telah bergabung sebagai agen yang membantu masyarakat mengusulkan bantuan pemerintah pusat.
Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, agen Perlinsos dibentuk untuk memfasilitasi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses pendaftaran bantuan sosial.
Agen tersebut dapat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pengurus RT/RW, aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa, TNI, Polri, hingga kader PKK dan posyandu.
“Tujuannya untuk memberikan fasilitas kepada keluarga ataupun masyarakat, tetangganya yang belum terdaftar ataupun yang sudah terdaftar untuk mendapatkan bantuan sosial. Semakin banyak agen Perlinsos, semakin banyak masyarakat yang bisa terjangkau,” ujarnya.
Luluk menjelaskan, saat ini terdapat dua jenis bantuan sosial yang dapat diusulkan melalui agen Perlinsos, yakni Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Berdasarkan data per 27 Oktober 2026, jumlah pengusulan melalui agen Perlinsos untuk BPNT mencapai 23.969 usulan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.495 usulan atau 64,65 persen berpotensi layak menerima bantuan.
Kemudian, 7.545 usulan atau 31,48 persen dinyatakan tidak layak, sedangkan 929 usulan atau 3,88 persen masih dalam proses verifikasi pemerintah pusat.
Sementara itu, pengusulan PKH mencapai 22.727 usulan. Sebanyak 14.232 usulan atau 62,62 persen berpotensi layak, 7.603 usulan atau 33,45 persen tidak layak, dan 892 usulan atau 3,92 persen masih dalam proses verifikasi.
Menurut Luluk, agen Perlinsos berasal dari beragam unsur. Di antaranya Polri sekitar 935 orang, masyarakat umum 533 orang, BPNS 385 orang, BKIP Medan 329 orang, pendamping PKH 167 orang, perangkat desa 166 orang, pendamping desa 67 orang, operator SIKS-NG 68 orang, serta TNI 65 orang.
Meski demikian, dia menilai partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan.
Dinsos P3A Blora berencana melakukan pembinaan di 16 kecamatan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk pengurus RT/RW, dasawisma, kader posyandu, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
“Kami berharap masyarakat juga berperan aktif dan peduli terhadap tetangganya. Semakin banyak yang bergerak dan peduli, insyaallah semakin banyak saudara kita yang belum terbantu bisa menjadi terbantu,” katanya.
Untuk menjadi agen Perlinsos, masyarakat terlebih dahulu perlu mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Setelah terdaftar sebagai agen, pengusulan bantuan dilakukan dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) calon penerima, informasi ID pelanggan listrik (ID PLN) jika tersedia, serta memilih jenis bantuan yang diusulkan.
"Apabila calon penerima tidak memiliki jaringan listrik, sistem menyediakan pilihan untuk menyatakan kondisi tersebut. Selanjutnya, agen melakukan verifikasi wajah untuk menyelesaikan proses pengusulan,"ungkapnya.
Luluk menegaskan, proses pengusulan melalui agen Perlinsos tidak memerlukan unggahan dokumen seperti KTP, kartu PKH, maupun foto rumah.
Adapun waktu verifikasi bervariasi, mulai beberapa menit hingga lebih lama, bergantung pada proses pemeriksaan sistem.
Dia berharap semakin banyak masyarakat mengaktifkan IKD dan bergabung sebagai agen Perlinsos.
Dengan begitu, masyarakat dapat mengusulkan bantuan untuk dirinya sendiri maupun membantu tetangga dan keluarga yang membutuhkan.
“Kalau IKD-nya sudah aktif, kemudian menjadi agen Perlinsos, masyarakat bisa memasukkan dirinya sendiri dan membantu tetangga atau saudaranya,” tandasnya.(ari)