BLORA – Lulusan Pondok Pesantren An-Nur Seren, Kabupaten Blora, mulai menunjukkan kiprah di tingkat internasional.
Sejumlah alumninya berhasil membuka jalan ke luar negeri, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun meniti karier.
Salah satunya melanjutkan studi ke Maroko, sementara alumni lainnya kini bekerja di Jepang.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi lingkungan pesantren. Kesempatan yang diraih para alumni juga menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren dapat menjadi salah satu bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan karier hingga ke luar negeri.
Lurah Pondok Pesantren An-Nur Seren, Mu’ti, mengungkapkan bahwa sekitar dua tahun lalu terdapat salah satu santri yang berhasil melanjutkan pendidikan ke Maroko.
“Alhamdulillah, sekitar dua tahun lalu ada santri yang melanjutkan studi ke Maroko,” ungkapnya.
Selain menempuh pendidikan di luar negeri, sejumlah lulusan juga memilih memasuki dunia kerja internasional. Salah satunya diketahui telah bekerja di Jepang.
Peluang untuk meniti karier di luar negeri turut didukung melalui program pendidikan dan pelatihan di SMK An-Nur.
Sekolah tersebut menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif NU untuk memberikan pelatihan kepada siswa sebagai persiapan memasuki dunia kerja.
Menurut Mu’ti, program tersebut memiliki pola yang menyerupai pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Kegiatan ini diarahkan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika mengikuti program magang maupun mencari pekerjaan di luar negeri.
Jepang dan Korea Selatan menjadi dua negara tujuan yang disiapkan melalui program tersebut.
“Setiap tahun ada kuota untuk pelatihan. Arahnya ke Jepang atau Korea,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sesuai bidang yang dibutuhkan di dunia kerja.
Bekal keterampilan dan pengalaman yang relevan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi persaingan kerja setelah lulus.
SMK An-Nur memiliki beberapa kompetensi keahlian yang dapat dipilih siswa untuk mengembangkan kemampuan praktis.
Bidang yang tersedia meliputi akuntansi, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).
Mu’ti menjelaskan, salah satu kompetensi yang dinilai memiliki peluang untuk mendukung program kerja ke Jepang adalah TKR.
Keterampilan di bidang tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa yang ingin mengembangkan karier di sektor otomotif.
Dengan adanya pendidikan kejuruan dan program pelatihan, siswa diharapkan tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan di tempat kerja.
Meski demikian, kesempatan mengikuti program ke luar negeri tetap bergantung pada kuota dan ketentuan pelatihan yang berlaku.
Saat ini, SMK An-Nur memiliki sekitar 350 siswa. Sementara itu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang juga berada di bawah naungan Yayasan An-Nur menampung sekitar 150 hingga 170 siswa.
Keberadaan dua jenjang pendidikan tersebut memperluas pilihan bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di lingkungan Yayasan An-Nur.
Melalui pendidikan pesantren dan sekolah formal, Yayasan An-Nur berupaya memberikan bekal kepada para siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Kisah alumni yang melanjutkan studi ke Maroko dan bekerja di Jepang menjadi salah satu contoh jalur yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan.
Dukungan pembelajaran dan pelatihan keterampilan diharapkan semakin membuka kesempatan bagi lulusan berikutnya untuk meraih masa depan sesuai potensi masing-masing. (tos)
Editor : Ali Mustofa