BLORA - Sebanyak 840 siswa dari 106 SMP negeri dan swasta mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami atau MAPSI SMP tingkat Kabupaten Blora 2026.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, MAPSI tidak sekadar menjadi ajang mencari juara, tetapi juga wadah pengembangan bakat sekaligus penguatan karakter dan nilai keagamaan siswa.
“Luar biasa, kegiatan ini diikuti 106 SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Blora dengan jumlah peserta mencapai 840 siswa,” ujar Bupati Arief saat membuka kegiatan tersebut di halaman Kantor Dinas Pendidikan Blora, Selasa, 6 Oktober 2026.
Baca Juga: Mapsi ke-28 Diikuti oleh Ratusan Siswa, Perkuat Pembentukan Karakter Islami
Arief berpesan agar pelajar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri dan nilai agama.
“Anak-anak Blora harus menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi tidak kehilangan jati diri, cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,” pesannya.
Ia juga meminta peserta menjunjung kejujuran dan sportivitas. Siswa yang belum meraih juara diminta tidak berkecil hati dan menjadikan hasil perlombaan sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Bagi yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati. Yang mendapatkan juara jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan,” pesannya.
Menurut Arief, pelaksanaan MAPSI sejalan dengan Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang dikembangkan Pemkab Blora. Program tersebut tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan nilai keagamaan.
Baca Juga: Milad ke-25, SDIT Al-Islam Kudus Tekankan Pendidikan Adab dan Kepedulian Lingkungan
Pemkab Blora kini berupaya memperluas SSN ke jenjang SMA dan MA. Dinas Pendidikan Blora tengah mengajukan draf nota kesepahaman kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di tingkat SMA.
Sementara untuk jenjang MA, Pemkab Blora akan menindaklanjuti kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora. Jika disetujui, Blora berpeluang menjadi daerah percontohan penerapan SSN tingkat SMA di Jawa Tengah.
“Program Sekolah Sisan Ngaji yang kita jalankan di Blora mendapat respons positif. Ke depan akan dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di tingkat SMA,” ujarnya.(ari)
Editor : Zainal Abidin RK