BLORA - Para pedagang Pasar Ngawen, Blora, masih harus menunggu sebelum dapat kembali berjualan di bangunan pasar yang baru.
Pemerintah Kabupaten Blora hingga kini masih menanti proses serah terima bangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DindagkopUKM) Blora, Fiqri Hidayat, mengatakan pemerintah daerah belum dapat menentukan jadwal penempatan pedagang karena proses serah terima bangunan belum selesai.
Setelah bangunan diserahkan kepada Pemkab Blora, masih ada sejumlah tahapan yang perlu dilakukan sebelum kios dan los dapat digunakan.
Salah satunya adalah sosialisasi kepada pedagang mengenai mekanisme penempatan serta pembagian kios dan los.
Menurut Fiqri, sosialisasi diperlukan agar proses pemindahan dan penempatan pedagang dapat berlangsung teratur serta tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
“Iya nanti akan dilakukan sosialisasi kepada para pedagang, terkait penempatan atau pembagian kios dan los, biar berjalan dengan tertib,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pedagang belum bisa langsung menempati pasar baru meskipun sebelumnya Pasar Ngawen ditargetkan mulai digunakan pada 27 September.
Pemkab Blora meminta para pedagang tetap bersabar sembari menunggu penyelesaian proses administrasi dan serah terima bangunan.
Pemkab berharap setelah proses serah terima rampung, pedagang dapat segera kembali menjalankan aktivitas perdagangan di Pasar Ngawen yang baru.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman telah meninjau kondisi bangunan Pasar Ngawen.
Dari hasil pengecekan tersebut, ia memastikan kondisi bangunan dalam keadaan baik dan dinilai sudah layak untuk ditempati para pedagang.
Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngawen, Ahmad Soleh, menyebut para pedagang masih menunggu kepastian mengenai jadwal kepindahan ke pasar baru.
Target penggunaan pada 27 September telah terlewati, sedangkan hingga kini belum ada pemberitahuan resmi mengenai waktu penempatan.
Ahmad mengatakan informasi mengenai target 27 September sebelumnya diketahui para pedagang melalui pemberitaan.
Sambil menunggu kepastian tersebut, mereka masih menjalankan aktivitas jual beli di lokasi relokasi setelah Pasar Ngawen mengalami kebakaran pada Januari 2024.
Lokasi sementara yang berada di tepi jalan menjadi salah satu alasan pedagang berharap dapat segera kembali ke pasar baru.
Selain harus berjualan di tempat relokasi dalam waktu cukup lama, kondisi cuaca panas juga membuat aktivitas perdagangan terasa semakin tidak nyaman.
“Kami sudah jenuh berjualan di lokasi sementara. Terlebih dengan kondisi cuaca yang panas saat ini,” ungkap Ahmad. (ari)
Editor : Ali Mustofa