BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bakal menerapkan metode Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam seleksi Program Beasiswa Blora Berprestasi 2026. Seleksi tersebut rencananya digelar pada akhir Oktober mendatang di Kabupaten Blora. Program Blora Berprestasi adalah beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Blora untuk membiayai biaya kuliah mahasiswa sampai lulus.
Hal itu diketahui dari surat Pemkab Blora Nomor 400/1114/2026 tertanggal 17 September 2026. Surat tersebut berisi permohonan fasilitasi seleksi Program Beasiswa Blora Berprestasi dengan metode CAT BKN kepada BKN.
Program beasiswa tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Blora Nomor 15 Tahun 2026 tentang Program Beasiswa Blora Berprestasi. Tahun ini, Pemkab Blora menyediakan total 246 kuota penerima beasiswa.
Seleksi direncanakan berlangsung pada akhir Oktober 2026. Pelaksanaannya dilakukan di Kabupaten Blora dengan menggunakan metode CAT BKN.
Adapun materi ujian berupa seleksi kemampuan akademik. Kelulusan ditentukan berdasarkan peringkat nilai pada masing-masing jalur.
Dalam surat tersebut juga dijelaskan mekanisme apabila terdapat lebih dari satu peserta yang memperoleh nilai sama pada batas peringkat terbawah. Penentuan urutan peringkat akan menggunakan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang lebih tinggi.
Sementara bagi peserta yang berstatus mahasiswa baru dan belum memiliki IPK, penentuan peringkat dilakukan berdasarkan usia tertua.
Pemkab Blora mengajukan permohonan fasilitasi pelaksanaan seleksi tersebut kepada Kepala BKN melalui Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen Aparatur Sipil Negara. Surat permohonan itu ditandatangani Pj Sekretaris Daerah Blora Dasiran atas nama Bupati Blora.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora Luluk Kusuma Agung menjelaskan anggaran untuk program Blora berprestasi tahun ini sekitar Rp 1 Miliar. Dikelola di dua organisasi perangkat daerah (OPD).
"Yakni di Dinsos P3A dan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar)," katanya.
Meski di dua OPD, kuota di Dinsos P3A lebih banyak. Yakni 238. Sementara di Dinporabudpar lebih sedikit, diutamakan mereka yang memiliki prestasi di bidang olahraga hingga seni.
"Kami masih menunggu seleksi CAT dengan BKN. Setelah itu baru kita pada bagian pembayaran setelah ada seleksi. Kuotanya 238, nah kita bayari itu," bebernya.
Menurutnya program Blora berprestasi ini nantinya akan memberikan skema beasiswa sampai mahasiswa lulus. Sehingga pembiayaan kuliah ditanggung pemerintah.
"Dasarnya perbup. Teknis pelaksanaan di Kesra. Pembayarannya untuk beasiswa nanti ditransfer ke rekening mereka masing-masing. Skemanya sampai lulus. Kami jaminkan anggaran agar mahasiswa sampai lulus," imbuhnya. (tos)
Editor : Mahendra Aditya