Penanganan Kusta Jadi Perhatian, Blora Satu-satunya Kabupaten di Jateng yang Dapat Pendanaan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:42 WIB
Ilustrasi penanganan kusta (ai)
Ilustrasi penanganan kusta (ai)

BLORA- Blora jadi satu-satunya Kabupaten di Jawa Tengah yang dapat pendanaan dalam penanganan Kusta.

Selama 2026 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mencatat 71 kasus baru. Mayoritas merupakan pasien dewasa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Blora Anton Suwoto mengatakan Blora menjadi satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang mendapatkan pendanaan khusus untuk penanganan kusta.

"Hal itu tidak lepas dari riwayat kasus dan upaya aktif penanggulangan yang dilakukan di Blora," bebernya.

Menurutnya saat ini di Blora ada 71 kasus. Dari 71 kasus tersebut, 69 merupakan pasien dewasa dan dua kasus lainnya anak-anak.

“Dari pasien yang sudah ditemukan semuanya telah menjalani pengobatan,” ujarnya.

Menurut Anton, penanganan kusta dilakukan secara aktif. Petugas memastikan pasien mendapatkan obat hingga tuntas.

Bahkan, petugas akan mendatangi rumah penderita jika diperlukan untuk memastikan pengobatan berjalan.

Masa pengobatan kusta berkisar enam hingga sembilan bulan. Pengobatan tersebut diberikan secara gratis.

Anton menjelaskan, kasus kusta selama lima tahun terakhir masih ditemukan di sejumlah lokus di Blora.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya penanggulangan penyakit kusta.

“Harapannya 2030 secara nasional sudah tidak ada penyakit kusta,” jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan tanda awal kusta. Sebab, gejalanya bisa tampak sederhana dan menyerupai penyakit kulit biasa.

Salah satu tanda awalnya berupa bercak putih atau kemerahan pada kulit yang mengalami mati rasa.

Bercak tersebut sekilas dapat terlihat seperti panu, tetapi memiliki perbedaan karena area kulit kehilangan rasa terhadap sentuhan, panas, dingin, maupun nyeri.

“Biasanya ada bercak, kemudian mati rasa. Kusta tidak terasa,” terangnya.

Jika tidak ditangani, kusta dapat menyerang saraf tepi. Gejalanya antara lain kesemutan, kelemahan otot, kulit kering, hingga muncul luka yang tidak terasa sakit.

Pada kondisi lanjut, dapat terjadi gangguan pada tangan, kaki, maupun mata.

Karena itu, masyarakat yang menemukan bercak pada kulit disertai mati rasa diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Penemuan dan pengobatan sejak dini penting untuk mencegah kecacatan akibat kerusakan saraf.(tos)

Editor : Ali Mustofa
kusta Blora kasus kusta Blora penanganan kusta kesehatan Blora dinkes blora