BLORA - Kerusakan pada pipa utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora membuat sekitar 7.000 pelanggan mengalami gangguan pasokan air sejak Jumat (11/9/2026).
Kerusakan terjadi di sekitar Jembatan Kendilan, Kecamatan Sambong. H
ingga kini, petugas masih melakukan proses perbaikan untuk menemukan dan memperbaiki bagian pipa yang mengalami kerusakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebuah alat berat digunakan untuk menggali sisi selatan jalan.
Penggalian dilakukan hingga kedalaman lebih dari delapan meter. Di area tersebut terlihat genangan air yang berasal dari pipa yang mengalami kebocoran.
Pipa yang rusak memiliki diameter sekitar 16 inci dan merupakan bagian dari jaringan utama distribusi air.
Jaringan tersebut memasok kebutuhan pelanggan di empat wilayah, yakni Kecamatan Sambong, Jiken, Jepon, serta sebagian wilayah Kecamatan Blora.
Manajer Produksi dan Distribusi PDAM Blora, Arief Rahman Hakim, menjelaskan bahwa proses perbaikan tidak dapat dilakukan dengan cepat karena posisi pipa berada cukup dalam di bawah permukaan jalan nasional yang menghubungkan Blora-Cepu.
Menurut Arief, pipa berbahan HDPE tersebut diperkirakan mengalami putus pada kedalaman sekitar enam hingga delapan meter.
Kondisi ini tidak terlepas dari metode pemasangan pipa yang sebelumnya menggunakan teknologi horizontal directional drilling (HDD).
Pipa tersebut dipasang di sisi barat Jembatan Kendilan dengan metode HDD.
Karena berada cukup jauh di bawah permukaan jalan, petugas harus melakukan penggalian secara bertahap untuk mencapai titik kerusakan.
Setelah proses penggalian dilakukan, tim akhirnya berhasil menemukan lokasi pipa yang bermasalah. Bagian pipa kini sudah terlihat dan diketahui berada di bawah lapisan cor jalan.
Arief mengatakan, penemuan titik kerusakan tersebut menjadi perkembangan penting dalam proses penanganan gangguan distribusi air.
“Alhamdulillah, hari ini sudah ditemukan titik kondisi pipa yang berada di bawah lapisan cor. Pipa sudah terlihat dan kami berharap penyambungan bisa dilakukan hari ini,” ujarnya.
Setelah bagian pipa yang terputus berhasil diangkat dan ditangani, proses penyambungan akan dilakukan dengan mengikuti prosedur teknis untuk jaringan pipa berbahan HDPE.
Sementara itu, Manajer Pelanggan dan Humas PDAM Blora, Ferry Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa kerusakan jaringan utama tersebut berdampak cukup luas.
Sekitar 7.000 pelanggan di empat kecamatan mengalami gangguan pasokan air. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Sambong, Jiken, Jepon, dan Blora.
Ferry menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air selama proses perbaikan berlangsung.
Menurutnya, kerusakan tersebut sebelumnya tidak dapat diperkirakan karena terjadi secara tiba-tiba pada jaringan utama PDAM.
Gangguan pasokan air juga memicu banyak keluhan dari pelanggan. Aduan disampaikan melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial hingga datang langsung ke kantor PDAM.
Pihak PDAM mengaku terus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perkembangan perbaikan.
Edukasi kepada pelanggan dilakukan agar masyarakat mengetahui penyebab gangguan serta proses yang sedang dikerjakan di lapangan.
“Komplain sudah cukup banyak, baik melalui media sosial maupun langsung ke kantor. Kami terus memberikan penjelasan dan edukasi mengenai kondisi serta kendala yang sedang terjadi,” kata Ferry.
PDAM berharap proses perbaikan pipa utama tersebut dapat segera diselesaikan sehingga distribusi air kepada ribuan pelanggan di empat kecamatan dapat kembali normal. (tos)
Editor : Ali Mustofa