Bupati Blora Bereaksi soal Dugaan Keracunan Siswa, SPPG Ditutup Sementara

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 09:37 WIB
‎KUNJUNGAN: Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengunjungi SPPG Sukorejo 2 yang beberapa hari lalu diduga menyebabkan 216 orang keracunan. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
‎KUNJUNGAN: Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengunjungi SPPG Sukorejo 2 yang beberapa hari lalu diduga menyebabkan 216 orang keracunan. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memberikan perhatian serius terhadap insiden dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SMA Negeri 1 Tunjungan. 

Bupati Blora Arief Rohman bahkan turun langsung untuk melihat kondisi para pelajar yang masih menjalani perawatan medis.

Dalam kunjungan pada Kamis (10/9), Arief didampingi Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora dan Ketua Baznas Blora.

Ia mendatangi dua fasilitas kesehatan, yakni RSUD dr. R. Soetijono Blora dan Klinik Citra Mulia Tunjungan.

Dari kunjungan tersebut, terdapat sembilan siswa yang masih mendapatkan penanganan medis. Tujuh siswa dirawat di RSUD dr. R. Soetijono Blora, sementara dua lainnya menjalani perawatan di Klinik Citra Mulia Tunjungan.

“Tadi kami mengunjungi RSUD Blora. Di sana masih terdapat sekitar tujuh siswa SMA Negeri 1 Tunjungan yang sedang menjalani proses perawatan. Sementara itu, terdapat dua siswa yang dirawat di Klinik Citra Mulia. Jadi, total ada sembilan siswa yang kami kunjungi,” ujar Arief.

Bupati menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Pemkab Blora juga langsung mengambil sejumlah langkah untuk mencari tahu penyebab munculnya dugaan keracunan.

Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menjadi sumber masalah.

Sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan bagi para siswa telah diamankan dan dikirim ke laboratorium di Semarang untuk menjalani pengujian.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang diduga menyebabkan keracunan. Sampel makanan tersebut sudah kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk diuji lebih lanjut. Besok, rencananya tim dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat juga akan turun langsung ke Blora,” jelas Arief.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi dari tim BGN, Pemkab Blora mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Arief mengatakan pihaknya telah merekomendasikan penghentian kegiatan penyedia makanan tersebut. Penutupan sementara bahkan telah diberlakukan sejak Rabu.

“Kami telah merekomendasikan agar operasional SPPG tersebut ditutup. Penutupan sementara sudah dilakukan sejak hari Rabu kemarin,” tegasnya.

Menurut Arief, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program gizi.

Keamanan dan kualitas makanan, kata dia, harus menjadi perhatian utama agar program yang diperuntukkan bagi masyarakat tersebut tidak justru menimbulkan persoalan kesehatan.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian bagi SPPG lainnya agar selalu menjaga kualitas, mutu, dan keamanan pangan secara ketat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pesannya.

Di akhir kunjungannya, Bupati Blora juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh siswa yang masih menjalani perawatan segera pulih.

“Semoga para siswa yang masih menjalani perawatan segera sembuh dan dapat kembali bersekolah seperti sedia kala,” pungkasnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
SPPG Dugaan keracunan keracunan makanan bupati blora pemkab blora