BLORA – Sebanyak lima siswa SMAN 1 Tunjungan masih menjalani perawatan setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Sukorejo 2 pada Senin (7/9).
Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa dan orang tua mengaku masih merasa takut untuk kembali mengonsumsi makanan MBG.
Guru Penanggung Jawab MBG SMAN 1 Tunjungan, Dwi Nur Setyowati, mengatakan lima siswa yang masih menjalani rawat inap tersebar di dua fasilitas kesehatan.
Empat siswa dirawat di Klinik Citra Mulia, sedangkan satu lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Japah.
Menurut Dwi, kondisi para siswa berangsur membaik, tetapi beberapa keluhan masih dirasakan. Mereka masih mengalami pusing dan perut mulas.
Sementara diare sudah mulai berkurang, sebagian siswa masih merasakan sensasi panas pada bagian perut.
"Kondisi siswa yang dirawat masih terasa pusing dan perut mules. Hanya saja diarenya sudah berkurang tapi perutnya masih panas,"ucapnya.
Humas SMAN 1 Tunjungan, Ainur Totok Rofiq, menyampaikan bahwa terdapat 18 siswa yang sempat masuk sekolah tetapi kemudian meminta izin pulang karena kondisi tubuh belum sepenuhnya pulih.
Keluhan yang dirasakan antara lain perut masih mulas, mimisan, mual, hingga pusing.
Para siswa tersebut berasal dari kelas X, XI, dan XII, dengan jumlah terbanyak berasal dari kelas XII.
Rofiq memperkirakan keluhan yang masih muncul berkaitan dengan dampak dari kejadian yang dialami siswa setelah mengonsumsi MBG sebelumnya.
Khusus siswa kelas XII, sebagian tetap berusaha masuk sekolah karena harus mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Salah satu siswa yang masih menjalani rawat inap, Huda, menceritakan bahwa dirinya sempat memakan makanan milik temannya karena diminta.
Setelah itu, ia mulai merasakan mual dan pusing yang kemudian disusul diare pada sekitar pukul 00.00 WIB, Selasa (8/9).
Huda mengatakan diare yang dialaminya terjadi hingga lima kali. Setelah sampai di rumah, ia hanya mampu mengonsumsi buah semangka.
Keluhan serupa dialami Alviano, siswa lain yang masih mendapatkan perawatan di Klinik Citra Mulia.
Ia mengaku masih merasakan pusing dan mulas. Sehari sebelumnya, diare yang dialaminya bahkan mencapai enam kali.
Alviano mengatakan dirinya lebih banyak mengonsumsi lauk ayam dibanding nasi.
Ia juga sempat mencicipi ayam milik temannya yang menurutnya memiliki tekstur lebih lembek dan terasa sedikit asam.
Sementara makanan yang menjadi bagiannya disebut masih terasa normal.
"Saya itu makannya nasi cuma dikit dan ayamnya yang banyak. Soalnya saya juga makan ayam punya temen itu agak lembek dan ada kecut-kecut, kalau punya saya enak-enak aja,"ucapnya.
Rasa khawatir juga dirasakan siswa yang sudah kembali ke sekolah.
Siti Mulyaningsih, siswi kelas XII SMAN 1 Tunjungan, mengaku tetap masuk meski kondisi tubuhnya belum pulih sepenuhnya.
Ia sebelumnya sempat dibawa ke klinik pada Selasa (8/9). Namun, Siti memilih kembali ke sekolah karena harus mengikuti ujian.
Siti mengatakan dirinya masih mengalami pusing dan terpaksa mengikuti kegiatan sekolah karena adanya ulangan.
Ia juga mengaku masih trauma mengonsumsi MBG karena khawatir kejadian serupa kembali terjadi.
Kekhawatiran tersebut turut dirasakan orang tua. Endang, wali murid Huda, mengaku tidak tega melihat anaknya kembali sakit hingga harus menjalani perawatan.
Ia bahkan berharap untuk sementara anaknya tidak perlu menerima MBG.
Menurutnya, pemberian uang makan akan lebih membuatnya tenang karena anak dapat membawa makanan yang disiapkan dari rumah, seperti yang biasa dilakukan sebelum program MBG berjalan.
"Takut mas, tidak usah dikasih MBG mending kasih uang aja biar tak masak dari rumah. Sebelum ada MBG biasanya tak bawakan sarapan dan dimakan di sekolah,"ungkapnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa