136 Siswa dan 1 Guru SMAN 1 Tunjungan Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Eko Santoso • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 16:00 WIB
KERACUNAN: Siswi SMAN 1 Tunjungan meminum obat setelah mengalami gejala mual, diare dan puasing usai santap MBG
KERACUNAN: Siswi SMAN 1 Tunjungan meminum obat setelah mengalami gejala mual, diare dan puasing usai santap MBG

BLORA - Sebanyak 136 siswa dan satu guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tunjungan diduga mengalami keracunan massal pada Selasa (8/9). Gejala sakit perut, diare, lemas dan pusing dirasakan para siswa sejak Senin (7/9) setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) dari SPPG Sukorejo 2. 

‎Salah seorang siswa Rafa Eka Bagos mengaku sakit perut dan pusing setelah makan dari MBG. Diare yang dialami membuatnya buang air besar sebanyak lima kali. 

‎"Malam hari itu sekitar jam 2 dini hari dan jam 3. Kalau pagi itu sebelum berangkat sekolah dan pas di sekolah juga sempat ke toilet,"ungkapnya. 

‎Ia menyampaikan, untuk menu yang dimakan itu ada nasi, ayam, tempe sayuran, dan buah apel.

‎Adanya dugaan keracunan massal di SMAN 1 Tunjungan, Ketua Satgas SPPG Blora Sri Setyorini melakukan peninjauan ke sekolah untuk melihat kondisi siswa. Ia mendengar keluhan dan kondisi siswa yang merasa mules dan pusing. 

‎"Jumlah pasti yang diperiksa ada sebanyak 133 siswa, dirujuk ke klinik ada enam siswa, tiga masih dirawat dan tiga sudah pulang," ujarnya. 

‎Setyorini juga telah memberi peringatan pada SPPG Sukorejo 2 Tunjungan sebanyak dua kali beberapa waktu lalu. Keracunan ini yang ketiga untuk SPPG tersebut. 

‎"Padahal SPPG ini mengirimkan pada tiga  tempat yakni SMAN 1 Tunjungan, Pondok Pesantren Al Banjari, dan SD Islam Terpadu (IT). Kami mau nggak mau harus mengusulkan untuk tutup,"jelasnya. 

‎Pihaknya juga sudah memberikan peringatan sebanyak tiga kali, ditutup permanen atau tidak itu diserahkan ke BGN. Untuk dugaan menu MBG di SMAN 1 Tunjungan itu ada ayam, tempe goreng danbrokoli. 

‎"Bahkan kami menerima laporan bahwa di SD Al Banjari tadi itu di ayam ada belatung lagi. Artinya kebersihan dapur tersebut masih kurang," ungkapnya. 

‎Setyrini menjabarkan bahwa siswa-siswi saat menerima MBG di Senin (7/9), sampai dirumah itu mereka merasakan mual-mual, mules dan setelah didata di sekolah ternyata banyak yang merasakan gejala yang sama. Pada jam 10.00 pagi itu didata dan ternyata banyak siswa yang di periksa. 

‎"Usulan saya ke SPPG Sukorejo yang pertama hari ini dia harus mengembalikan dana ke BGN dengan total jumlah penerima manfaat dikali harga. Harus dikembalikan dan saya minta bukti transfer. Yang kedua saya usul ditutup permanen karena peringatan tiga kali dan ada kejadian luar biasa,"tuturnya. 

Editor : Mahendra Aditya
SPPG Blora Mbg blora keracunan mbg