BLORA – Pembangunan ruas Jalan Randublatung-Cepu mulai memasuki tahap pengerasan. Proses pengecoran struktur jalan mulai dilakukan pada Kamis (3/9).
Meski pekerjaan konstruksi berlangsung, arus kendaraan di jalur tersebut tetap dibuka selama 24 jam.
Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan sistem buka-tutup secara bergantian dari kedua arah agar kendaraan tetap bisa melintas selama pengerjaan.
Sekitar pukul 11.00, aktivitas proyek mulai terlihat lebih sibuk. Sebuah truk molen yang membawa material beton tiba di lokasi dan perlahan menuangkan muatannya ke badan jalan.
Material yang telah diturunkan kemudian langsung diratakan oleh para pekerja.
Setelah permukaannya rata, pekerja lainnya melanjutkan dengan proses penghalusan agar struktur beton yang dibuat memiliki permukaan sesuai kebutuhan konstruksi.
Pelaksana proyek pembangunan Jalan Randublatung-Cepu, Arif Suyono, mengatakan pekerjaan pembangunan sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.
Namun, tahapan pengerasan menggunakan beton baru dimulai pada hari tersebut.
“Per hari ini, kami mulai bangun struktur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan ditargetkan selesai pada Oktober. Target tersebut bahkan lebih cepat dibandingkan perkiraan awal penyelesaian pekerjaan.
Ruas jalan yang ditangani memiliki panjang sekitar 500 meter. Lebar badan jalan mencapai 7,5 meter, ditambah bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri.
Selama proses pembangunan, kendaraan tetap diperbolehkan melintas. Namun, pengaturan dilakukan melalui manajemen lalu lintas dengan sistem buka-tutup dari arah berlawanan secara bergantian.
Staf Teknik Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Sumindar, menjelaskan bahwa penanganan Jalan Randublatung-Cepu dilakukan melalui dua paket pekerjaan.
Tahap pertama merupakan paket bidang dengan nilai anggaran sekitar Rp5 miliar. Paket tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap pelaksanaan di lapangan.
Selain paket tersebut, terdapat pekerjaan lain yang memiliki nilai anggaran jauh lebih besar, yakni sekitar Rp28 miliar. Paket ini merupakan pekerjaan yang bersumber dari Perkada.
“Selain pekerjaan paket bidang yang sudah jalan, ada itu yang paket Perkada,” jelas Sumindar.
Untuk pekerjaan senilai Rp28 miliar tersebut, Sumindar belum dapat memastikan jenis konstruksi yang nantinya digunakan. Apakah akan menggunakan lapisan aspal atau konstruksi beton kaku (rigid pavement) masih menunggu kepastian desain.
“Mungkin nanti bisa disampaikan Kepala Balainya. Kami belum tahu, untuk desainnya seperti apa kami belum terima itu,” katanya.
Saat ini, paket Perkada tersebut masih berada dalam tahapan evaluasi desain. Karena itu, rincian teknis mengenai bentuk konstruksi belum dapat disampaikan secara pasti.
“Belum tahu. Belum, kami belum. Kita hanya mungkin baru evaluasi desainnya, baru proses itu,” imbuhnya.
Perbaikan infrastruktur jalan provinsi di Blora tidak hanya menyasar ruas Randublatung-Cepu. Pekerjaan juga direncanakan berlangsung di Jalan Todanan-Ngawen.
Menurut Sumindar, terdapat dua paket pekerjaan untuk ruas tersebut. Masing-masing berupa paket Perkada dengan nilai sekitar Rp3 miliar dan paket bidang senilai Rp5 miliar.
Untuk paket bidang, pengerjaan disebut sudah berjalan.
“Untuk Todanan-Ngawen ada dua paket, yaitu paket Perkada Rp3 miliar dan paket bidang Rp5 miliar. Yang paket bidang sudah jalan,” ujarnya.
Selain Todanan-Ngawen, penanganan juga dilakukan di ruas jalan provinsi Ngawen-Kunduran. Sebelumnya, ruas tersebut mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp14 miliar.
Namun, setelah dilakukan penyesuaian, pekerjaan yang tersisa kini hanya mencakup sekitar 200 meter dengan anggaran kurang lebih Rp2 miliar.
Pekerjaan tersebut akan dilakukan di dua lokasi, yakni kawasan depan batching plant Trembul, Ngawen, serta di wilayah Pacing, Kecamatan Kunduran.
“Untuk targetnya itu 200 meter. Itu nanti di lokasi yang depan batching plant (Trembul Ngawen), sama di Pacing (Kunduran),” terang Sumindar.
Dengan dimulainya pengecoran Jalan Randublatung-Cepu, pembangunan ruas tersebut kini memasuki tahapan penting. Pemerintah berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai target sehingga akses transportasi masyarakat dan aktivitas ekonomi di jalur tersebut semakin nyaman. (tos)
Editor : Ali Mustofa