Galian Kabel Optik di Jalur Blora-Jepon Dikeluhkan, Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:36 WIB
BERBAHAYA: Proyek pengerjaan galian jaringan optik di sepanjang jalur Blora-Jepon membahayakan pengendara. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
BERBAHAYA: Proyek pengerjaan galian jaringan optik di sepanjang jalur Blora-Jepon membahayakan pengendara. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Aktivitas penggalian untuk pembangunan jaringan kabel optik di sepanjang jalur Blora-Jepon menjadi perhatian masyarakat.

Posisi galian yang berada cukup dekat dengan badan jalan dinilai mengganggu pengguna jalan dan bahkan berpotensi memicu kecelakaan.

Keluhan tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Blora, Santoso Budi Susetyo.

Ia menilai aspek keselamatan harus menjadi hal utama dalam pelaksanaan proyek, terlebih pekerjaan tersebut berada di jalur nasional yang setiap hari dilalui banyak kendaraan.

Menurutnya, masyarakat telah menyampaikan keresahan terkait kondisi galian yang dinilai terlalu dekat dengan jalan.

Karena itu, diperlukan koordinasi antara pihak-pihak terkait agar persoalan tersebut segera mendapatkan penanganan.

“Kami mendengar keluhan masyarakat. Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami ingin koordinasi agar persoalan ini segera diurai dan ada solusinya,” tegasnya.

Santoso mengungkapkan, beberapa waktu lalu terdapat sebuah truk yang terperosok ke dalam lubang galian.

Kejadian tersebut dinilai merugikan pengguna jalan karena pekerjaan proyek disebut belum memberikan penanganan yang memadai terhadap dampak yang ditimbulkan.

Ia menyoroti ukuran lubang yang cukup besar serta lokasinya yang terlalu dekat dengan tepi jalan.

“Galiannya terlalu mepet jalan, lubangnya besar-besar,” bebernya.

Selain persoalan jarak galian dengan badan jalan, material bekas penggalian juga menjadi masalah.

Timbunan tanah dari pekerjaan tersebut disebut kerap melebar hingga masuk ke badan jalan sehingga ruang bagi kendaraan menjadi terganggu.

Kondisi itu dikhawatirkan semakin meningkatkan risiko bagi pengendara, terutama ketika kendaraan harus menghindari timbunan maupun lubang yang berada di sisi jalan.

Staf Teknik dan Pelaksana Teknis Lapangan PPK 3.6 Satker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY Wilayah 3, Mulyanto, menjelaskan bahwa proyek tersebut memiliki panjang sekitar 12 kilometer.

Pekerjaan penggalian dilakukan untuk memasang jaringan kabel optik internet. Adapun kedalaman galian mencapai sekitar 1,5 meter.

Mulyanto mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.

Pihak pelaksana juga diminta memperbaiki material urukan serta memastikan area bekas galian dipadatkan sesuai ketentuan yang ditetapkan Bina Marga.

“Alat pemadatan sudah turun. Kami akan cek lagi, bahkan dalam seminggu bisa tiga kali. Ditargetkan selesai September,” jelasnya.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bekas galian tidak kembali membahayakan pengguna jalan setelah pekerjaan selesai dilakukan.

Persoalan pengamanan proyek juga mendapat perhatian dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Blora.

Kepala Unit Kamsel Satlantas Polres Blora, Hadi Sutomo, mengatakan dari sisi administrasi, dokumen pekerjaan tersebut dinyatakan lengkap.

Namun, ketika dilakukan pengecekan ke wilayah yang terdampak pekerjaan, masih ditemukan pihak di tingkat wilayah yang belum mengetahui adanya aktivitas penggalian.

“Administrasinya lengkap. Tetapi ketika kami kroscek ke wilayah terdampak, Camat Jepon dan Polsek Jepon, Kepala Desa belum mengetahui,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan berada di jalur yang digunakan masyarakat setiap hari. Koordinasi dengan pemerintah wilayah dinilai penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran selama proyek berlangsung.

Untuk menekan potensi kendaraan terperosok ke area bekas galian, pelaksana proyek diminta menambahkan material batu pada bagian bekas pekerjaan.

Selain itu, banner atau papan peringatan akan dipasang di sekitar lokasi galian. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada pengendara agar lebih berhati-hati ketika melintasi jalur Blora-Jepon.

Dengan pengawasan dan penanganan yang lebih ketat, pekerjaan jaringan optik tersebut diharapkan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan berkepanjangan maupun membahayakan keselamatan pengguna jalan. (tos)

Editor : Ali Mustofa
aktivitas penggalian jaringan kabel optik picu kecelakaan blora pengguna jalan