BLORA - Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mencatat sebanyak 163 pelajar mengalami obesitas. Identifikasi tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh pelajar di Kabupaten Blora.
Kepala Dinkesda Blora Edy Widayat mengatakan, untuk presentase pelaksanaan CKG pelajar di Blora sudah mencapai 43,2 persen. Berkaitan dengan status gizi tergolong beberapa kelompok, ada gizi buruk, gizi baik, gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas.
“Kalau gizi buruk 0,14 persen, gizi baik 87,2 persen, gizi kurang 4,9 persen, gizi lebih 5,6 persen dan obesitas ada di 2,2 persen. Untuk gizi yang tidak baik itu ada sebanyak 10 orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelajar teridentifikasi gizi buruk salah satunya asupan gizi kurang. Namun, asupan gizi kurang itu bisa jadi pelajar tersbut nafsu makan kurang, keseimbangan asupan gizi dan aktifitas itu bisa kurang.
“Adapun gizi buruk 10 pelajar, gizi kurang 352 pelajar, gizi baik 6,187 pelajar, gizi lebih 277 pelajar dan obesitas 163 pelajar. Untuk presentase pelajar teridentifikasi obesitas di Blora masih ringan, namun hatus menjadj perhatian kami,” tuturnya.
Edy menyampaikan, ketika sudah teridentifikasi akan ditindaklanjuti untuk mengarahkan pada aktifitas fisik dan gizi seimbang. Jika pelajar tersebut ada waktu maka akan diarahkan ke puskesmas.
“Pelajar itu minimal melakukan aktifitas fisik selama 30 menit. Akan tetapi jika olahraga di sekolah kurang maka perlu aktifitas fisik di rumah juga,” ungkapnya. (ari)
Editor : Eko Santoso