Mahasiswa KKN-T IPB Kenalkan Emposan Organik dan Silase, Atasi Hama Tikus dan Krisis Pakan Ternak

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:11 WIB
SOSIALISASI : KKN-T IPB University berfoto bersama dengan sejumlah petani untuk kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Emposan Organik dan Silase di Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan.
SOSIALISASI : KKN-T IPB University berfoto bersama dengan sejumlah petani untuk kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Emposan Organik dan Silase di Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan.

Blora – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 menggelar kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Emposan Organik dan Silase di Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan, Kamis (23/7). Kegiatan ini merupakan gabungan dari dua program kerja yang menyasar dua sektor sekaligus, yakni pertanian dan peternakan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T IPB University didampingi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tunjungan yang sehari-hari bersinggungan langsung dengan persoalan pertanian dan peternakan di desa. Kegiatan ini dihadiri oleh kelompok tani (poktan) yang tersebar di Desa Tawangrejo.

Ketua KKN-T IPB Desa M Najwan S Danardono mengatakan, program emposan organik lahir dari persoalan serangan hama tikus yang kerap mengganggu pertanaman padi. Berdasarkan hasil survei mahasiswa KKN-T serta laporan dari warga, petani, dan perangkat desa, serangan tikus menjadi salah satu permasalahan yang cukup meresahkan masyarakat.

"Sebagai salah satu alternatif pengendalian hama, kelompok kami memperkenalkan emposan organik yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan hama tikus pada lahan pertanian. Metode ini memanfaatkan campuran bahan tertentu yang menghasilkan asap untuk diaplikasikan pada lubang aktif sarang tikus," ujarnya. 

Ia menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan emposan organik antara lain pupuk KNO3, bubuk belerang, arang batok kelapa, soda kue, kertas HVS, lem, dan tisu. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai bahan dan tahapan pembuatan sebelum peserta melakukan praktik secara langsung.

"Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi mengenai Pengendalian Hama Terpadu (PHT), kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan emposan organik dan penerapannya di area persawahan. Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga ikut membuat emposan dengan didampingi oleh mahasiswa KKN-T IPB University," ucapnya. 

Najwan menambahkan, setelah praktik emposan organik rampung, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktik pembuatan silase yang menyasar sektor peternakan. Praktik tersebut menggunakan dua bahan utama yang berbeda, yaitu jerami dan hijauan, dengan tambahan bahan yang sama untuk kedua varian, yakni tetes tebu, dedak, dan dekomposer.

Pelatihan pembuatan emposan organik
Pelatihan pembuatan emposan organik

"Silase diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pengolahan dan penyimpanan pakan ternak yang dapat membantu peternak menghadapi musim kemarau, ketika ketersediaan pakan hijauan biasanya menipis dan lebih sulit didapatkan," tuturnya. 

Ia juga berharap pengenalan emposan organik dapat menjadi wawasan sekaligus referensi baru bagi para petani dalam menghadapi permasalahan hama tikus. Sementara itu, praktik pembuatan silase diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi peternak dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar desa sebagai alternatif pakan ternak.

"Kedua program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan praktik, tetapi dapat terus diterapkan serta dikembangkan oleh masyarakat Desa Tawangrejo sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pertanian maupun peternakan setempat," ucapnya. 

Kepala Desa Tawangrejo Parjana menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T IPB University tersebut.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T IPB University ini. Semoga program semacam ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi pertanian di Desa Tawangrejo agar ke depannya semakin maju,” ujar Prajana. (ari)

Editor : Eko Santoso
ipb blora