Aktivis Blora ke Jakarta Hanya Dua Orang, Kabar 20 Bus Dipastikan Hoaks

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:17 WIB
PRIBADI : Aktivis Blora Exi Wijaya (dua darj kanan) sudah berada di depanpagar gedung DPR RI Jakarta beserta rombongan lainnya. (LILIK UNTUK RADAR KUDUS)
PRIBADI : Aktivis Blora Exi Wijaya (dua darj kanan) sudah berada di depanpagar gedung DPR RI Jakarta beserta rombongan lainnya. (LILIK UNTUK RADAR KUDUS)

BLORA – Kabar mengenai keberangkatan puluhan bus yang disebut membawa massa aktivis dari Kabupaten Blora menuju Jakarta dipastikan tidak benar.

Informasi yang beredar tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga kini hanya dua aktivis asal Blora yang diketahui telah berangkat ke Jakarta.

Keduanya berangkat secara mandiri untuk mengikuti agenda aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.

Aktivis Blora, Lilik Yuliantoro, mengatakan kabar yang menyebut adanya 20 bus berisi massa dari Blora merupakan informasi keliru atau hoaks.

Tidak ditemukan indikasi adanya pemberangkatan massa dalam jumlah besar menggunakan puluhan bus dari wilayah Blora.

“Yang sudah berangkat ke Jakarta dari Blora masih dua orang, saudara Exi dan Agung. Mereka berangkat secara pribadi dan informasi rombongan bus yang menyusul ke Jakarta masih belum ada,” ujarnya.

Salah satu koordinator lapangan rombongan Blora, Exi Wijaya, menjelaskan bahwa keberangkatan mereka ke Jakarta merupakan bagian dari penyampaian aspirasi.

Ia menegaskan kedatangan tersebut tidak bertujuan menciptakan konflik dengan masyarakat setempat.

Menurut Exi, mereka bergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu dengan membawa semangat Rakyat Bantu Rakyat.

“Kami dari Blora datang sebagai bagian dari Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu. Kami membawa semangat Rakyat Bantu Rakyat. Kami tidak datang untuk memusuhi masyarakat Jakarta, masyarakat Betawi, atau kelompok masyarakat mana pun,” katanya.

Ia menambahkan, fokus perjuangan mereka adalah menyuarakan persoalan korupsi dan berbagai praktik yang dinilai merugikan kepentingan masyarakat.

“Yang kami lawan adalah korupsi dan praktik-praktik yang merampas hak rakyat,” lanjutnya.

Kabar mengenai keberangkatan 20 bus dari Blora juga telah ditelusuri oleh pihak kepolisian.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Blora, Ipda Hadi Sutomo, memastikan tidak ada rombongan bus dari Blora yang dijadwalkan berangkat menuju Jakarta.

Penelusuran juga dilakukan terhadap sejumlah perusahaan otobus (PO) yang berada di wilayah Blora.

Dari pengecekan tersebut, tidak ditemukan adanya pesanan bus dalam jumlah seperti yang disebutkan dalam informasi yang beredar.

“Untuk 20 bus dari Blora itu hoaks, Kasat Intel juga sudah klarifikasi ke lapangan,” tegasnya.

Dengan demikian, kabar mengenai 20 bus yang disebut membawa massa aktivis Blora menuju Jakarta tidak terbukti berdasarkan hasil pengecekan di lapangan.

Hingga informasi tersebut dihimpun, baru dua orang aktivis asal Blora yang diketahui berangkat secara mandiri untuk mengikuti agenda aksi di Jakarta. (ari)

Editor : Ali Mustofa
massa aktivis Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu korupsi jakarta blora