BLORA – Layangan Blandong Jati berhasil meraih kemenangan dalam lomba layang-layang hias tiga dimensi (3D) Bupati Blora Cup 2026.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Perlombaan digelar di area persawahan Jalan Baru, Kelurahan Mlangsen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Sekretaris Dinrumkimhub Blora, Denny Adhiharta Setiawan, mengatakan sebanyak 31 peserta sebelumnya tercatat mendaftar.
Namun, saat proses daftar ulang hanya 29 peserta yang hadir untuk mengikuti perlombaan.
Seluruh peserta merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Blora. Setiap kecamatan diwajibkan mengirimkan sedikitnya dua peserta dan maksimal lima peserta.
Denny menjelaskan, lomba tahun ini mengusung tema kearifan lokal. Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menuangkan berbagai potensi budaya dan kehidupan masyarakat Blora ke dalam bentuk layang-layang tiga dimensi.
Beragam kreasi pun ditampilkan dalam perlombaan. Di antaranya layang-layang berbentuk dokar, gerobak sate, penjual pecel, becak listrik, barongan, Burung Garuda, hingga Blandong kayu jati.
Menurut Denny, kreativitas para peserta akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan lomba pada tahun berikutnya.
Pemerintah daerah akan mempertimbangkan kemungkinan penambahan kategori maupun perubahan mekanisme perlombaan agar kegiatan semakin menarik.
Camat Jati, Edy Wibowo, yang tergabung dalam Tim Manggala Praja Jati, mengaku senang dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Tim dari Kecamatan Jati memilih konsep Blandong Jati sebagai bentuk layang-layang yang mereka tampilkan. Pilihan tersebut bukan sekadar mengangkat ikon daerah, tetapi juga memiliki makna filosofis.
Blandong Jati menggambarkan karakter pohon jati yang dikenal kuat dan kokoh.
Filosofi tersebut dianggap selaras dengan nilai keteguhan hati, kekuatan dalam memegang prinsip, serta kemampuan menghadapi dan beradaptasi dengan berbagai tantangan kehidupan.
Sebagai salah satu simbol penting Kabupaten Blora, pohon jati dinilai memiliki keterkaitan erat dengan karakter masyarakat sekaligus perjalanan kehidupan yang penuh perjuangan.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, komunitas layang-layang, peserta, serta masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran 29 tim yang mewakili kecamatan di seluruh Kabupaten Blora menunjukkan bahwa lomba layang-layang hias telah menjadi wadah bersama bagi masyarakat untuk berkreasi.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kekompakan sekaligus memperkenalkan berbagai potensi budaya dan kearifan lokal Blora.
“Artinya, kegiatan ini bukan hanya milik satu kelompok atau satu wilayah, tetapi sudah menjadi ruang bersama bagi masyarakat Blora untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan kecintaan terhadap budaya daerah,” ujar Arief.
Dengan menggabungkan unsur kreativitas, budaya lokal, dan semangat kemerdekaan, lomba layang-layang hias 3D Bupati Blora Cup 2026 diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin menarik bagi masyarakat pada tahun-tahun mendatang. (tos)
Editor : Ali Mustofa