BLORA – Produksi minyak dari Blok Cepu mulai menghadapi penurunan secara alami seiring usia lapangan yang terus bertambah.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi PT Blora Patragas Hulu (BPH) untuk tetap menjaga kontribusi sektor minyak dan gas bumi terhadap pendapatan Kabupaten Blora.
Di tengah tren penurunan produksi tersebut, pengembangan Lapangan Pilang dinilai dapat menjadi salah satu sumber harapan baru.
Lapangan ini turut masuk dalam pembahasan terkait rencana perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu yang saat ini tengah dibahas pemerintah bersama ExxonMobil Cepu Limited (ECL) sebagai operator.
Direktur PT BPH Moh. Khamdun mengatakan pihaknya masih optimistis dapat mempertahankan setoran dividen kepada Pemerintah Kabupaten Blora pada kisaran Rp130 miliar pada tahun depan.
Target tersebut disusun dengan asumsi harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP) berada di sekitar USD80 per barel.
“Target kami tetap di kisaran Rp130 miliar. Memang lifting ada kecenderungan turun, tetapi kalau asumsi ICP sekitar USD80 per barel masih bisa terjaga, kami optimistis dividen juga bisa dipertahankan,” ujar Khamdun.
Menurutnya, besarnya dividen yang diterima daerah tidak hanya bergantung pada jumlah minyak yang berhasil diproduksikan.
Pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional juga memiliki pengaruh terhadap nilai penerimaan yang diperoleh.
Karena itu, BPH terus melakukan koordinasi dengan ECL untuk menjaga tingkat produksi Blok Cepu.
Operator juga menjalankan sejumlah upaya teknis untuk memperlambat laju penurunan produksi dari lapangan yang sudah cukup lama beroperasi.
“Operator terus melakukan berbagai upaya agar penurunan produksi tidak terlalu tajam. Kami tentu berharap produksi bisa dijaga semaksimal mungkin karena itu berpengaruh langsung terhadap pendapatan daerah,” jelasnya.
Lapangan Pilang Jadi Tumpuan
Meski berbagai langkah dilakukan untuk mempertahankan produksi dari lapangan yang sudah ada, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menghadapi tren penurunan lifting dalam jangka panjang.
Dibutuhkan sumber produksi tambahan agar penurunan dari lapangan eksisting dapat diimbangi.
Dalam kondisi tersebut, Lapangan Pilang menjadi salah satu proyek yang diharapkan dapat memberikan tambahan produksi.
Pengembangannya kini menjadi bagian dari pembahasan dalam rencana perpanjangan kontrak Blok Cepu.
Pemerintah bersama ECL diketahui tengah membahas kemungkinan perpanjangan masa operasi Blok Cepu hingga 2055.
Rencana tersebut juga diikuti dengan komitmen investasi baru yang diharapkan mampu mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Blora, keberlanjutan produksi Blok Cepu memiliki arti penting karena sektor migas menjadi salah satu sumber kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Karena itu, pengembangan sumber produksi baru seperti Lapangan Pilang menjadi bagian penting dalam menjaga manfaat ekonomi sektor migas bagi daerah di tengah penurunan produksi alami. (tos)
Editor : Ali Mustofa