BLORA – Kompetisi Kreativitas dan Inovasi Masyarakat atau KRENOVA Kabupaten Blora 2026 tak sekadar menjadi ajang mencari juara. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi upaya pemerintah membangun budaya dan ekosistem inovasi di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Blora Wawan Dedi Marahendra mengatakan, ada sebanyak 66 inovasi mengikuti KRENOVA 2026, terdiri dari 41 inovasi pelajar dan 25 inovasi kategori umum. Setelah melalui seleksi, sebanyak 57 inovasi dinyatakan lolos ke tahap presentasi.
“Seleksi dilakukan melalui tahapan administrasi, substansi dan melakukan presentasi. Peserta kemudian dinilai dari kelayakan inovasi, penguasaan materi, penampilan, hingga media demonstrasi dan bukti pendukung,” ucapnya.
Ia menambahkan, melalui KRENOVA, Bapperida Kabupaten Blora ingin membiasakan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melihat persoalan di sekitar bukan sekadar sebagai keluhan, tetapi sebagai peluang untuk menciptakan solusi.
“Inovasi yang potensial juga tidak akan berhenti setelah kompetisi. Pemerintah mendorong adanya pembinaan lanjutan, fasilitasi HAKI, hingga pendampingan melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi agar inovasi dapat dikembangkan, digunakan masyarakat, dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Harapannya, pelaksanaan KRENOVA secara konsisten mampu melahirkan semakin banyak inovator lokal dan inovasi yang berbasis pada potensi daerah. Dengan demikian, inovasi tidak hanya menjadi karya dalam sebuah perlombaan saja.
“Melainkan dapat tumbuh menjadi budaya dan ekosistem yang berkelanjutan untuk mendorong Blora semakin maju dan berdaya saing,” ungkapnya. (ari)
Editor : Eko Santoso