Genap Setahun, SRMA 18 Blora Hadirkan Harapan Baru bagi Pendidikan Anak Miskin

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:34 WIB
MENGENANG: Satu tahun berjalan SRMA 18 Blora untuk memberikan harapan baru bagi pendidikan anak miskin.
MENGENANG: Satu tahun berjalan SRMA 18 Blora untuk memberikan harapan baru bagi pendidikan anak miskin.

 
BLORA - Genap satu tahun sejak mulai beroperasi, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora menunjukkan perkembangan yang positif sebagai lembaga pendidikan berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selama setahun terakhir, sekolah tersebut tidak hanya menyelenggarakan proses pembelajaran, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, serta meningkatkan prestasi peserta didik.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, progres perjalanan SRMA 18 Blora selama satu tahun terus dilakukan pemantauan tumbuh kembang anak-anak. Banyak yang sudah berani punya mimpi besar, kepercayaan diri, dan berprestasi.

“Tadi ada pidato bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa Jawa. Serta di bidang akademik yakni Sains dan non akademik juga kami berprestasi,” ucapnya.

“Kami juga berharap, tumbuh kembang anak di SRMA 18 Blora menjadi lebih baik, berprestasi dan menyiapkan generasi terbaik kedepannya,”harapnya.

Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum menyampaikan perbedaan anak-anak setelah mendampingi selama satu tahun dimulai dari fisik anak-anak. Awal mula masuk sekolah pada Juli 2025 masih banyak anak-anak yang indeks masa tubuh (IMT) yang masih kurang.

“Banyak yang under weight, kemudian pada Juli 2026 melakukan CKG bersama Puskesmaa Cepu dan hasilnya sudah banyak peningkatan. Terlebih pada tinggi badan, berat badan dan kualitas kesehatan mereka yang semula gigi karies masih banyak dan bisa tertangani. Ditambah penyakit tidak menular juga sudah tertangani,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan terkait prestasi anak-anak sudah pernah juara di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Belum lama ini SRMA 18 Blora juga mengirimkan anak-anak ke Bandung untuk mengikuti olimpiade matematika mewakili Jawa Tengah.

“Total, ada delapan anak berprestasi di 14 lomba bidang akademik dan non akademik baik tingkat kabupaten, provinsi dan nasional sudah diperoleh siswa SRMA 18 Blora. Ada juga lima anak yang sudah mendapatkan piagam dari Gus Menteri Sosial untuk anak-anak berprestasi,” ujarnya.

Yuli berharap, ketika SRMA 18 Blora masih merintis dan menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak. Maka di tahun kedua harapannya kepercayaan diri siswa SRMA 18 Blora semakin terlatih dan tumbuh.

“Mereka harus semakin berani berbicara di tingkat nasional. Dan mimpi-mimpi yang mereka punya dengan konsisten bisa untuk

Editor : Eko Santoso
blora