Imbas Efisiensi Anggaran, Pemilihan Duta Wisata Ditiadakan

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:53 WIB
UJIAN: Beberapa kandidat peserta Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2025 melakukan tes tulis di aula Dinporabudpar.
UJIAN: Beberapa kandidat peserta Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2025 melakukan tes tulis di aula Dinporabudpar.

BLORA – Agenda tahunan pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora tahun ini dipastikan tidak digelar. Keputusan tersebut diambil sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Blora. 

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Yetti Romdhonah menyampaikan, pemilihan duta wisata yang sudah menjadi wadah promosi potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif itu masuk dalam daftar kegiatan yang terkena penyesuaian anggaran. Pemerintah daerah memilih memfokuskan alokasi dana untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.

“Untuk pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2026 ditiadakan dan masa bhakti Kakang Mbakyu Blora 2025 diperpanjang. Beberapa pemda di Jawa Tengah juga ada yang meniadakan pemilihan Kakang Mbakyu,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pemilihan kembali Kakang Mbakyu Blora belum diketahui. Melihat situasi anggaran dari Pemkab Blora. 

“Untuk 2027 nanti kita belum tahu, semoga saja akan diberikan anggaran untuk melakukan pemilihan generasi muda yang potensional untuk menjadi motor dalam mengembangkan wisata,” katanya.

Yetti mengaku ada beberapa perwakilan Duta Wisata Blora 2025 yang menyampaikan pesan untuk fokus kuliah dan keterima di berbagai universitas. Sehingga tidak bisa terlalu aktif membantu beberapa kegiatan di 2026. 

“Namun kami menyiasati ketika ada event di Blora itu ada anak-anak yang masih sekolah di Blora untuk kami ajak. Karena beberapa kegiatan pasti ada yang menanyakan terkait kehadiran Duta Wisata Blora,” ucapnya

Pihaknya mengatakan, terkait promosi wisata dan pengusaha kreatif itu untuk anak-anak duta wisata juga banyak berkolaborasi dengan usaha make up artis, desainer dan beberapa kegiatan di tempat wisata. Meskipun tidak ada pemilihan generasi selanjutnya, maka duta wisata periode sebelumnya masih menjadi bagian Dinporabudpar untuk mempromosikan produk-produk unggulan di Blora. 

“Kami juga menyayangkan tidak ada pemilihan Kakang Mbakyu, karena banyak yang menanyakan. Namun, kami tetap memberikan semangat untuk menggali potensi dan bakat generasi muda harus selalu di eksplore. Bisa juga mengikuti ajang-ajang yang lain,” tuturnya. (ari)

Editor : Eko Santoso
blora