Blora Kekurangan 39 Dokter Spesialis

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:45 WIB

 

KESEHATAN: Siswa SMPN 1 Blora melakukan pemeriksaan dengan dokter di program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
KESEHATAN: Siswa SMPN 1 Blora melakukan pemeriksaan dengan dokter di program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

BLORA - Pemerintah Kabupaten Blora menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan tenaga kesehatan. Tiga rumah sakit daerah masih membutuhkan sebanyak 39 dokter spesialis dari berbagai bidang.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edy Widayat mengatakan, untuk tenaga kesehatan dokter spesialis di RSUD Dr R Sotijono Blora, RSUD dr R Soeprapto Cepu dan RSUD Samin Surosentiko Randublatung masih kurang. Namun, untuk dokter spesialis dasar sudah tercukupi.
 
“Dokter spesialis dasar itu seperti dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, dokter spesialis obgyn dan dokter spesialis anak. Empat spesialis dasar itu sudah cukup di rumah sakit pemerintah kami,” ungkapnya.
 
Ia menambahkan, untuk satu dokter spesialis itu boleh memiliki maksimal tiga surat izin praktik (SIP). Untuk dokter spesialis ortopedi, jantung, paru-paru, saraf dan dokter spesialis bedag mulut itu masih kekurangan.
 
“Kami menghitung jumlah kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah itu mencapai 39 orang. Dengan total 20 spesialis penyakit,” ucapnya.
 
Edy menjelaskan, ada beberapa upaya Pemkab Blora untuk mengantisipasi kekurangan dokter spesialis. Upaya menjalin kerja sama dengan universitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menjaring atau indent untuk lulusan baru kedokteran untuk mau ditempatkan di Blora.
 
“Sementara ini kami sudah kerja sama dengan Undip dan UNS untuk menjaring mahasiswa spesialis yang belum terikan dengan pemerintah kabupaten,” ungkapnya.
 
Pihaknya juga berupaya untuk mendorong tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit untuk mengambil sekolah spesialis. Ketika ada yang berniat untuk melanjutkan sekolah spesialis, pihaknya akan berusaha untuk mencarikan beasiswa dari Kementerian Kesehatan.
 
“Kalau PNS di puskesmas dan rumah sakit di Blora ambil spesialis itu nanti setelah lulus akan kembali ke Blora. Dalam kurun waktu empat tahun ini ada sebanyak 16 PNS dokter umum yang mengambil beberapa jurusan spesialis di beberapa universitas,” tuturnya. (ari)
 
Grafis kebutuhan dokter spesialis di tiga rumah sakit Pemkab Blora:
 
Kebutuhan dr spesialis di kab. Blora
1. Dr. Spesialis penyakit dlm ( RSUD cepu dan RSUD samin )
2. Dr. Spesialis anak ( RSUD samin )
3. Obgyn ( RSUD samin )
4. Bedah ( RSUD blora, RSUD samin, RSUD cepu)
5. Radiologi ( RSUD blora, RSUD cepu, RSUD samin)
6. Anastesi ( RSUD cepu, RSUD samin )
7. Patologi klinik ( RSUD cepu, RSUD samin)
8. Patologi anatomi (RSUD blora)
9. Fisik rehabilitasi ( RSUD blora, RSUD cepu, RSUD samin)
10. Bedah Plastik rekonstruksi dan estetik (RSUD Blora)
11. Bedah syaraf (RSUD Blora, RSUD Cepu)
12. Bedah toraxkardoivascular (RSUD Blora)
13. Dermatologi venerologi (RSUD blora, RSUD cepu)
14. Gizi klinik ( RSUD cepu )
15. Jiwa ( RSUD blora, RSUD cepu, RSUD samin)
16. Mata ( RSUD samin )
17. Neurologi ( RSUD samin)
18. Jantung ( RSUD blora, RSUD cepu, RSUD samin )
19. THT ( RSUD blora, RSUD cepu, RSUD samin )
20. Urologi ( RSUD blora, RSUD cepu )

Editor : Eko Santoso
blora