BLORA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar kembali membuahkan hasil. Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh puskesmas di Kabupaten Blora berhasil meraih predikat terbaik dalam rangka Leimina Conference Tahun 2026 di Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat menyampaikan, ILP Kabupaten Blora menyentuh angka 85,10. Angka tersebut membawa Kabupaten Blora menjadi nomer satu dari ratusan kabupaten/kota di Indonesia.
“Capaian itu menjadi bukti keberhasilan transformasi layanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Prestasi tersebut juga hasil dari konsistensi Dinas Kesehatan Blora bersama seluruh puskesmas dalam menerapkan sistem pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui pendekatan berbasis siklus hidup, pelayanan kesehatan tidak lagi berfokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses, menyeluruh, dan berkesinambungan.
“Jadi di puskesmas itu kami tidak melayani bayi saja, lansia saja atau orang dewasa saja, melainkan seluruh siklus hidup. Alhamdulillah puskesmas sudah kami dorong untuk melakukan layanan integrasi sejak 2025 lalu,” ucapnya.
Edy menjelaskan, untuk penilaian dalam mencapai hasil terbaik itu dilihat dari strata struktur organisasi, kemudian ada implementasi pelayanan integrasi dari mulai puskesmas, puskesmas pembantu, PKD hingga tingkat posyandu.
“Kabupaten Blora mendapat nilai 85,10 diatas Kota Mojokerto dengan nilai 84,80 dan Kota Pasuruan dengan nilai 82,65,” katanya.
Pihaknya mengaku bangga dengan seluruh jajaran puskesmas di Blora. Pasalnya, tidak hanya melakukan pelayanan yang terintegrasi struktur saja, melainkan mengimplementasikan pelayanan tersebut secara baik dan benar.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Blora untuk terus berinovasi dan mempertahankan kualitas pelayanan. Dengan pelayanan kesehatan primer yang semakin kuat, pemerintah optimistis derajat kesehatan masyarakat akan terus meningkat seiring dengan terwujudnya pelayanan yang cepat, mudah, merata, dan berkualitas,” tuturnya. (ari)
Editor : Eko Santoso