Job Fair Blora Sediakan 7.678 Lowongan, Mengapa yang Diterima Baru 208 Orang?

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:32 WIB
RAMAI: Pelamar kerja mempersiapkan diri mengisi lowongan yang tersedia di Job Fair. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
RAMAI: Pelamar kerja mempersiapkan diri mengisi lowongan yang tersedia di Job Fair. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora berencana menggelar program pembekalan bagi para pencari kerja.

Program ini disiapkan sebagai tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan job fair yang digelar pada Juni lalu, setelah tingkat penerimaan pelamar dinilai masih belum maksimal.

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 34 perusahaan membuka total 7.678 lowongan pekerjaan.

Namun hingga saat ini, baru 208 pelamar yang dinyatakan lolos dan diterima bekerja.

Padahal, jumlah pencari kerja yang mendaftar mencapai 1.376 orang.

Kepala Dinperinaker Blora, Endro Budi Dermawan, mengatakan jumlah lowongan yang tersedia dalam job fair tersebut tergolong besar jika dibandingkan dengan daerah lain.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya mendukung program Bupati Blora bertajuk Golek Gawean Gampang, yang bertujuan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Kalau dibandingkan dengan sejumlah daerah lain, jumlah lowongan yang dibuka di Blora cukup banyak. Harapannya, kegiatan ini dapat mendukung terwujudnya program Golek Gawean Gampang," ujarnya.

Meski demikian, peluang kerja yang tersedia belum mampu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelamar.

Berdasarkan laporan dari 25 perusahaan peserta job fair, tercatat sebanyak 811 pelamar mengikuti proses seleksi.

Dari jumlah tersebut, hanya 208 orang yang berhasil diterima atau sekitar 25,6 persen.

Sementara itu, sembilan perusahaan lainnya masih belum menyampaikan hasil akhir rekrutmen.

Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Pentatrans) Dinperinaker Blora, Wahyu Trimulyani, menjelaskan evaluasi bersama pihak perusahaan menunjukkan bahwa kendala utama bukan terletak pada kemampuan teknis pelamar, melainkan pada aspek soft skill.

Banyak perusahaan menilai para pencari kerja masih kurang percaya diri saat mengikuti seleksi.

Selain itu, kemampuan berkomunikasi dinilai belum memadai dan sebagian pelamar belum mampu menggali serta menunjukkan potensi yang dimiliki ketika menjalani proses wawancara.

Atas dasar evaluasi tersebut, Dinperinaker Blora akan menyiapkan program pembekalan bagi pencari kerja.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, rasa percaya diri, serta keterampilan menghadapi proses rekrutmen sehingga peluang untuk diterima bekerja menjadi lebih besar. (tos)

Editor : Ali Mustofa
lowongan pekerjaan golek gawean gampang pencari kerja dinperinaker blora job fair