Nasib Jalan Kunduran-Ngawen Blora Berubah, Anggaran Perbaikan Terpangkas Rp12 Miliar, Ini Alasannya

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:38 WIB
RUSAK: Kerusakan Ruas Jalan Kunduran-Ngawen-Blora yang merupakan jalan provinsi. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
RUSAK: Kerusakan Ruas Jalan Kunduran-Ngawen-Blora yang merupakan jalan provinsi. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

BLORA – Rencana perbaikan ruas jalan provinsi Kunduran-Ngawen-Blora mengalami perubahan setelah adanya revisi anggaran.

Jalan yang sebelumnya direncanakan mendapat alokasi dana sekitar Rp14 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kini hanya mendapatkan anggaran sekitar Rp2 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Subkoordinator Wilayah II Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Purwodadi Jawa Tengah, Andila, membenarkan adanya pengurangan anggaran untuk ruas jalan tersebut.

Pemangkasan dilakukan karena banyak daerah lain yang juga mengajukan usulan perbaikan jalan provinsi sehingga anggaran harus dibagi secara merata.

“Memang ada revisi. Banyak kabupaten yang mengusulkan perbaikan jalan provinsi, sehingga karena keterbatasan anggaran daerah dilakukan penyesuaian,” kata Andila.

Menurutnya, perubahan alokasi hanya terjadi pada ruas Kunduran-Ngawen-Blora.

Sementara dua ruas jalan provinsi lainnya di Kabupaten Blora, yakni Randublatung-Cepu serta Todanan-Ngawen, masih tetap menggunakan besaran anggaran sesuai dengan ketentuan sebelumnya dalam Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

“Untuk Randublatung-Cepu dan Todanan-Ngawen masih sesuai Perkada. Yang mengalami perubahan hanya Kunduran-Blora karena anggarannya turun menjadi Rp2 miliar sehingga perlu penyesuaian Detail Engineering Design (DED),” jelasnya.

Meski anggaran mengalami pengurangan, BPJ tetap akan mengusulkan sejumlah titik prioritas yang membutuhkan penanganan lebih serius.

Beberapa lokasi dinilai perlu mendapatkan perbaikan permanen, termasuk peningkatan konstruksi hingga betonisasi agar kondisi jalan lebih tahan lama.

“Kami tetap melakukan pemetaan kondisi di lapangan bersama tim balai. Titik-titik yang menjadi prioritas akan diusulkan agar perbaikan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui unggahan media sosial pada 30 Juni 2026 menyampaikan sejumlah titik pembangunan jalan provinsi yang akan dibiayai melalui APBD murni, APBD melalui Perkada, hingga program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Dalam unggahan tersebut, ruas jalan Singget-Doplang-Cepu disebut mendapat alokasi sekitar Rp28,6 miliar melalui Perkada.

Sementara ruas Kunduran-Ngawen-Blora tercatat memperoleh anggaran sekitar Rp14,4 miliar dan ruas Todanan-Ngawen mendapatkan sekitar Rp3 miliar.

Adapun peningkatan jalan provinsi melalui APBD murni Jawa Tengah 2026 mencakup ruas Singget-Doplang-Randublatung-Cepu dan Todanan-Ngawen yang masing-masing mendapat sekitar Rp5,2 miliar.

Sedangkan ruas Kunduran-Ngawen-Blora tidak tercantum dalam daftar tersebut. (ari)

 

Editor : Ali Mustofa
ruas jalan provinsi perbaikan jalan blora betonisasi anggaran