BLORA – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patragas Hulu (BPH) kembali mencatatkan kontribusi signifikan bagi pendapatan Pemerintah Kabupaten Blora.
Pada 2026, perusahaan tersebut menyetorkan dividen sebesar Rp127,25 miliar, yang berasal dari hasil kinerja usaha sepanjang tahun buku 2025.
Direktur PT Blora Patragas Hulu, Moh. Khamdun, mengatakan nilai dividen tahun ini mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan setoran tahun sebelumnya.
Menurutnya, kenaikan mencapai sekitar Rp27 miliar, sehingga menjadi salah satu capaian terbaik yang berhasil dibukukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Tren peningkatan dividen BPH memang terus terlihat dalam lima tahun terakhir.
Pada 2025, perusahaan menyetor dividen sebesar Rp100.982.216.532 dari hasil usaha tahun buku 2024.
Setahun sebelumnya atau pada 2024, dividen yang diserahkan mencapai Rp79,649 miliar sebagai hasil kinerja 2023.
Sementara itu, pada 2023 BPH memberikan dividen sebesar Rp63,886 miliar yang berasal dari pembukuan 2022.
Sedangkan pada 2022, perusahaan menyetorkan Rp62,895 miliar berdasarkan hasil usaha tahun 2021.
Konsistensi kenaikan tersebut menunjukkan performa perusahaan yang terus membaik sekaligus memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah.
Khamdun menjelaskan, peningkatan dividen tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam mendukung kelancaran operasional pengelolaan Blok Cepu yang dijalankan oleh ExxonMobil sebagai operator.
Menurutnya, menjaga stabilitas produksi minyak menjadi faktor penting agar pendapatan perusahaan tetap optimal dan berdampak pada besarnya dividen yang diterima pemerintah daerah.
Ia menambahkan, BPH terus mendorong agar tingkat produksi minyak di Blok Cepu dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, sehingga kinerja perusahaan tetap positif pada tahun-tahun mendatang.
“Untuk meningkatkan dividen jadi karena sepenuhnya yang menjadi operator Exxon mobile, maka kami dorong untuk mempertahankan produksi seperti tahun sebelumnya. Kami harap bisa mempertahankan produksi ini,” bebernya
Selain itu, saat ini juga tengah berlangsung proses pembahasan perpanjangan kontrak kerja sama antara ExxonMobil dan Pemerintah Indonesia.
Dalam rencana tersebut terdapat usulan penambahan wilayah produksi, termasuk pengembangan Lapangan Pilang.
“Yakni penambahan lapangan Pilang,” tuturnya.
Apabila perluasan area produksi tersebut terealisasi, BPH optimistis produksi minyak dari Blok Cepu akan meningkat.
Dampaknya, pendapatan perusahaan berpotensi bertambah sehingga nilai dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kabupaten Blora di masa mendatang juga diharapkan terus mengalami kenaikan. (tos)
Editor : Ali Mustofa